DBD Kembali Mewabah di Tangsel, Pasien di Rumah Sakit Meningkat

Rabu, 06 Maret 2019 - 18:10 WIB
DBD Kembali Mewabah...
DBD Kembali Mewabah di Tangsel, Pasien di Rumah Sakit Meningkat
A A A
TANGERANG SELATAN - Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali mewabah, di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Pada dua bulan pertama tahun 2019, jumlah pasien di rumah sakit mengalami peningkatan.

Di RS Sari Asih Ciputat, Jalan Otista, Ciputat misalnya. Pasien DBD di RS swasta ini, kerap mengalami kenaikan setiap bulannya. Dimulai sejak Desember 2018, dan terus meningkat pada Januari dan Februari 2019.

Publik Relation RS Sari Asih Ciputat Dr Fitriyati Irviana mengatakan, pasien DBD di RS Sari Asih Ciputat setiap bulannya mencapai ratusan, dan masuk 10 besar penyakit terbesar. (Baca: Pasien DBD di RSU Tangsel Dirawat di Lorong-Lorong )

"Dari Desember sudah ramai. Kamar kita itu penuh terus. Sampai sekarang, angkanya terus meningkat. Kalau Januari yang DBD saja 110 pasien. Februari 120 pasien," ungkapnya, ditemui SINDOnews, Rabu (6/3/2019).

Sedangkan untuk data Maret 2019, dia belum bisa menariknya. Sebab, masih terus berjalan. Namun, yang pasti jumlah pasien DBD hingga awal Maret ini masih tinggi.

"Kalau Maret ini kita belum bisa narik data, karena masih baru. Tetapi memang masih banyak banget pasien DBD. Dominan ke anak dan dewasa. Rata-rata warga Tangsel. Selebihnya warga luar daerah," paparnya.

Menurutnya, masalah DBD saat ini, bukan hanya di RS nya. Di RS swasta lain, juga mengalami hal yang sama. Bahkan, termasuk yang ada di Jakarta juga. Pasien DBD selalu memenuhi kamar rawat inap. (Baca juga: Kasus DBD di Tangsel, Bocah 5 Tahun Meninggal Dunia )

"Sebenarnya DBD ini bukan hanya Tangsel doang, tapi nasional. Kalau meninggal, alhamdullilah kita enggak ada. Laporan kematian karena DBD gak ada," ungkapnya.

Setiap 10 penyakit terbesar yang ditangani RS Sari Asih Ciputat, katanya, pasti akan dilaporkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel. Tidak hanya RS Sari Asih, ada sejumlah RS swasta lainnya juga sama.

RS Premier Bintaro misalnya. RS yang ada di kawasan Pondok Aren ini selalu menerima pasien rawat inap DBD setiap harinya belasan orang, dari wilayah sekitar.

Marketing Manager RS Premier Bintaro M. M. Pringgondani mengatakan, wabah DBD di Tangsel yang ditangani RS nya mulai terjadi sejak 2-3 bulan lalu, atau terjadi sejak Desember 2018, hingga Maret 2019 ini.

"Mulai 2-3 bulan lalu banyak pasien DBD dan sampai sekarang masih banyak. Apalagi ini masih musim hujan, tiap hari ada belasan yang dirawat. Anak-anak dan dewasa," ungkap pria yang disapa Dani ini.

Para pasien, lanjutnya, banyak berasal dari wilayah perumahan Bintaro Jaya dan Pondok Aren, pada umumnya. Namun, ada juga yang dari wilayah Jakarta Selatan.

"Tahun ini marak lagi, setelah tiga tahun yang lalu. Kita selalu lapor ke Dinkes dan selalu ngelink ke mereka. Gak cuma Tangsel, Primer di Jakarta Timur juga. Kita mulai sejak November 2018," jelasnya.

Lonjakan pasien DBD paling besar, katanya, terjadi pada bulan Januari dan Februari. Di mana pihaknya terpaksa menolak pasien, karena penuhnya layanan kamar rawat inap.Kendati ratusan warga dirawat di rumah sakit, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan menyebut kalau kasus DBD di kota mereka tergolong rendah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel Deden Deni mengatakan kalau jumlah pasien DBD yang dirawat dan meninggal masih sedikit, dan mengalami penurunan.

"Enggak, enggak. Enggak banyak. Masih sedikit kok angkanya. Jumlahnya menurun dibanding sebelumnya. Masih sedikit," ungkap Deden tergesa-gesa, sambil menutup telepon saat dihubungi SINDOnews, Rabu (6/3/2019).

Saat dihubungi kembali, Deden pun tidak merespon telepon wartawan. Bahkan, saat dilayangkan pesan tertulis beberapa kali, Deden tidak membuka dan membacanya.
(ysw)
Berita Terkait
Masuk Musim Penghujan,...
Masuk Musim Penghujan, Pemkot Palembang Ingatkan Warga Waspadai DBD
Hari Demam Berdarah...
Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN 2024, Tingkatkan Kesadaran untuk Cegah DBD
Selain Covid-19, Bekasi...
Selain Covid-19, Bekasi Ingatkan Warga soal Bahaya DBD
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
1.475 Kasus DBD Terjadi...
1.475 Kasus DBD Terjadi di Kota Bekasi, 10 Orang Meninggal Dunia
Takeda Dukung Peringatan...
Takeda Dukung Peringatan Hari Dengue Asean 2024 demi Indonesia Bebas Kematian Akibat DBD 2030
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
1 jam yang lalu
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
3 jam yang lalu
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
3 jam yang lalu
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
3 jam yang lalu
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
3 jam yang lalu
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved