Selesai Hujan, Taman Apung Kota Tua Dipenuhi Sampah

Selasa, 05 Maret 2019 - 12:04 WIB
Selesai Hujan, Taman...
Selesai Hujan, Taman Apung Kota Tua Dipenuhi Sampah
A A A
JAKARTA - Tersumbatnya aliran Kalibesar di kawasan Kota Tua , Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, membuat sampah di Taman Apung menggunung, Selasa (5/3/2019). Kondisi ini membuat petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) kewalahan melakukan pengangkutan.

Beberapa sampah plastik, hingga sisa sofa bekas terlihat di kawasan ini. Plankton yang terapung sempat terpencar karena taman yang tersumbat.

Di tempat yang sejak tahun lalu menjadi wisata baru di kawasan Kota Tua, tak lagi menarik. Bau menyengat tercium jelas di kawasan ini. Termasuk kawasan ini yang mulai di penuhi sampah sisa bungkus deterjen dan air mineral.
Selesai Hujan, Taman Apung Kota Tua Dipenuhi Sampah
"Memang karena hujan yang mengguyur sejak semalam banyak sampah yang hanyut ke tempat ini. Sebagian besar sampah ini dari aliran Kali Opak," ‎ujar Tim Media Sosial UPK Badan Air DKI Jakarta, Apit Raharjo.

Sebelumnya terhadap kawasan Taman Apung. Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Efendi sempat mempertanyakan revitalisasi kawasan ini. Ia kala itu menyakini kawasan kampung apung akan menghambat aliran air lantaran kali yang dibendung.

Meski saat ini banjir tak melanda kawasan kampung apung, namun sampah mulai memenuhi kawasan itu, setiap sudut plankton dipenuhi sampah.

Sampah-sampah tersebut kemudian diangkuti oleh para Petugas UPK Badan Air ke mobil pikap sebelum dibawa ke Tempat Pembuangan Sampah sementara Implasment Pluit.

"Enggak seperti biasanya, selain sampah plastik hari ini ada sampah kursi, bahkan sampai papan pintu‎ juga ikut hanyut di sini," tambah Apit. (Baca juga: Tangani Banjir di Green Garden, Pemkot Jakbar Kerahkan Pompa Mobile )

Apit menuturkan secara keseluruhan sampah yang diangkut dari Taman Apung Kali Besar hari ini mencapai 6 meter kubik. Jumlah tersebut sangat meningkat tajam dibanding biasanya.

"Hari ini sampah 6 meter kubik, padahal kalau hari biasa hanya 1-2 karung saja, tapi untungnya sekarang kondisinya sudah kembali bersih," kata Apit.
(mhd)
Berita Terkait
Perkaya Literasi Kawasan...
Perkaya Literasi Kawasan Kota Tua, Buku Pariwisata dan Narasi Kota Tua Resmi Diluncurkan
Jalan di Kota Tua yang...
Jalan di Kota Tua yang Terapkan Kawasan Rendah Emisi
QR Code PeduliLindungi...
QR Code PeduliLindungi Belum Tersedia, Kota Tua Ditutup untuk Berolahraga
Sejarah dan Keberlanjutan...
Sejarah dan Keberlanjutan Kota Tua Jakarta sebagai Warisan Bersejarah
Satpol PP Lakukan Pembersihan...
Satpol PP Lakukan Pembersihan PKL dari Kawasan Kota Tua
Asal Usul Kota Tua Jakarta...
Asal Usul Kota Tua Jakarta dari Keruntuhan Jayakarta dan Penghormatan Leluhur Belanda
Berita Terkini
Sinergi Adev Natural...
Sinergi Adev Natural Indonesia dan Pangdam Siliwangi Ajak Masyarakat Teladani Semangat Hijriah
19 menit yang lalu
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
20 menit yang lalu
Polda Metro Jaya Ungkap...
Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Hanania Travel Sudah Bermasalah Sejak 2023
37 menit yang lalu
Terluka saat Hadang...
Terluka saat Hadang Eksekusi Hotel Sultan, Kivlan Zen: Darah Saya untuk Perjuangan
1 jam yang lalu
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
2 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved