Ribuan Orang Masuk Rumah Sakit, Puluhan RW di Jakarta Rawan DBD

Senin, 04 Maret 2019 - 16:27 WIB
Ribuan Orang Masuk Rumah...
Ribuan Orang Masuk Rumah Sakit, Puluhan RW di Jakarta Rawan DBD
A A A
JAKARTA - Jumlah pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jakarta terus bertambah. Hingga 2 Maret 2019, tercatat sudah 2.282 kasus DBD terjadi di Ibu Kota.

Kadis Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, mengatakan, dari ribuan RW yang ada di Jakarta, 84 RW dinyatakan rawan DBD. Mereka tercatat di beberapa titik, yakni, Jakarta Barat sebanyak 38 rukun warga (RW), Jakarta Timur 25 RW, Jakarta Selatan 11 RW, Jakarta Utara 7 RW, dan Jakarta Pusat 3 RW.

“Sebetulnya semua kita perhatikan, tapi kita fokus juga untuk lebih intens kepada RW rawan,” ujar Widyastuti, Senin (4/3/2019). (Baca juga: Kadinkes DKI: Selama 2018 Ada 2.947 Kasus DBD di Jakarta)

Sementara untuk kecamatan, Widyastuti menyebut ada lima masuk wilayah rawan dilihat dari kejadian atau incidence rate (IR) yang dihitung kejadian per 100 ribu penduduk.

Lima kecamatan itu yakni Kalideres (Jakarta Barat), Matraman, Pasar Rebo, Cipayung (Jakarta Timur), dan Jagakarsa (Jakarta Selatan). "Tiga kota ini memang ganti-gantian (IR tertinggi) tiap minggunya, tiga-tiganya itu hampir seimbang. Jadi antara Selatan, Timur, dan Barat, itu naik turunnya (penderita DBD)) hampir sama," ucap Widyastuti.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Efendi, menyebutkan, upaya penurunan rawan DBD terus dilakukan di wilayahnya, salah satunya dengan menyebar Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dan mensosialisasikan pencegahan ke sejumlah masyarakat.

Mengutip ucapan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kata Rustam, pihaknya telah meminta kepada masyarakat yang mengalami gejala DBD, yakni demam mendadak selama sepekan, untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. “Gubernur sudah menegaskan pengobatan akan dilakukan gratis bila terkena DBD,” ucapnya. ((Baca juga: Pemprov DKI Gratiskan Biaya Perawatan Pasien DBD di RSUD)

Selain itu, untuk fokus kegiatan, pihaknya melibatkan satu rumah untuk satu jumantik. Pemberantasan sarang nyamuk dan fogging juga gencar dilakukan di beberapa lokasi. Kemudian melalui lurah dan camat, Rustam meminta saluran air yang menjadi tempat sarang nyamuk terus diawasi. Pembenahan saluran juga dilakukan agar tidak menjadi lokasi sarang nyamuk.

“Saya telah meminta agar lurah dan camat awasi lingkungan. Ketika ada warga demam, datangi rumahnya minta dicek dan kawal dia sampai benar-benar dirawat,” tutup Rustam.
(thm)
Berita Terkait
Dinas Kesehatan Wajo...
Dinas Kesehatan Wajo Luncurkan Program Go Cantik Cegah DBD
Peran Masyarakat dalam...
Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga dari Ancaman DBD
Gejala DBD Tak Selalu...
Gejala DBD Tak Selalu Bintik Merah, Waspadai 10 Tanda Ini
Seperti Apa Bintik Merah...
Seperti Apa Bintik Merah karena DBD? Kenali Ciri-cirinya
Kasus DBD di Indonesia...
Kasus DBD di Indonesia Kembali Meroket, Tembus 88 Ribu hingga Akhir April 2024
Hari Demam Berdarah...
Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN 2024, Tingkatkan Kesadaran untuk Cegah DBD
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
4 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
5 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
6 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
8 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
9 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
9 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved