Saluran Menyempit dan Buruk, Jakarta Utara Terancam Banjir

Kamis, 14 Februari 2019 - 18:59 WIB
Saluran Menyempit dan...
Saluran Menyempit dan Buruk, Jakarta Utara Terancam Banjir
A A A
JAKARTA - Buruk dan dangkalnya saluran air di Jakarta Utara membuat wilayah ini terancam banjir. Kondisi ini diperparah dengan sikap warga yang masih mengabaikan kebersihan lingkungan.

Pantauan SINDOnews, kondisi ini hampir ditemukan di beberapa titik, seperti saluran penghubung di kawasan Kelapa Gading yang menuju Kali Sunter. Di kawasan itu, saluran air yang buruk kerap menyebabkan genangan.

Terlebih di Kelapa Gading, adanya pembangunan sejumlah proyek membuat tali-tali terganggu. Manajeman air tak berfungsi baik karena tali yang terhambat, imbasnya genangan menjadi lama surut.

Disisi lain proyek normalisasi belum juga dilakukan. Banyak kali yang terlihat belum di sheet pile maupun terbendung baik. Kondisi ini hampir ditemukan di beberapa titik, seperti depan saluran penghubung Jalan Agung, Sunter, dan Kali Sunter di belakang Jalan Edam 2, Tanjung Priok.

Di lokasi itu, kali maupun saluran yang belum di sheet pile membuat genangan air terjadi. Premukiman warga pun tergenang, termasuk SDN Tanjung Priok 01 yang kini telah direnovasi total. “Karena enggak di sheet pile jadinya suka genangan. Sejauh ini belum sampai masuk rumah,” kata Hendri, 24, ditemui di gang Edam, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/2/2019).

Lain halnya dengan saluran penghubung di Jalan Agung Timur 9, Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok. Saluran air yang buruk terlihat di kawasan itu.
Wuria Ayu (39), mengatakan genangan kerap melanda kawasan itu dari saluran air yang buruk. Kondisi ini tak lepas dari banyaknya bangunan liar di kawasan itu.

Mengenai ancaman banjir di wilayahnya, Wali Kota Jakarta Utara, Syamsuddin Lologau mengatakan, normalisasi kerap dilakukan pihaknya. Cara ini untuk memperlancar aliran air. “Ini kita melihat ada beberapa titik yang perlu ditangani segera, ada banyak saluran yang perlu perbaikan,” kata Syamsuddin.

Untuk pembenahan di sana, Syamsuddin akan melakukan naturalisasi agar aliran air bisa dilakukan baik. Cara naturalisasi selaras dengan program kerja Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Sebagai langkah awal, Syamsuddin menuturkan, sejumlah alat berat telah dikirimkan Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat seperti tiga unit alat berat bekho, mesin pompa, dan puluhan personel pasukan biru. Diharapkan, proses pengerjaan rampung sesegera mungkin. “Ya secepatnya kita akan selesaikan. Ini kan airnya sudah turun nih tadi disedot pompa. Bisa langsung dikerjakan,” ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Pemkot Jakut Fokus Penanganan...
Pemkot Jakut Fokus Penanganan Banjir di Teluk Gong
Pemkot Jakut Ajak Masyarakat...
Pemkot Jakut Ajak Masyarakat Terlibat Penanganan Banjir
Jelang Musim Penghujan,...
Jelang Musim Penghujan, Pemkot Jakut Serap Informasi dari Warga
Aksi Cepat Tanggap Pemkot...
Aksi Cepat Tanggap Pemkot Jakut Atasi Banjir Kelapa Gading
Antisipasi Banjir, Pemkot...
Antisipasi Banjir, Pemkot Jakut Gerebek Lumpur dan Sampah di Saluran
Antisipasi Banjir, Pemkot...
Antisipasi Banjir, Pemkot Jakut Siagakan 20 Unit Mobil Pompa
Berita Terkini
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
37 menit yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
1 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
1 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
2 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
3 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
4 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved