Imigrasi Bandara Soetta Tolak Masuk 182 WNA ke Indonesia

Rabu, 06 Februari 2019 - 18:57 WIB
Imigrasi Bandara Soetta...
Imigrasi Bandara Soetta Tolak Masuk 182 WNA ke Indonesia
A A A
TANGERANG - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, menolak masuk sebanyak 182 Warga Negara Asing (WNA) selama periode 4 Januari hingga 4 Februari 2019. Alasan penolakan tersebut beragam, mulai dari tidak memiliki visa RI dan lainnya.

"Ada banyak faktor terjadinya penolakan. Mulai dari masuk daftar penangkalan, memakai dokumen keimigrasian palsu, dan tidak punya tujuan jelas ke Indonesia," ungkapKepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soetta M Tamrin Satiawan kepada SINDOnews pada Rabu (6/2/2019).

Tamrin mengatakan, WNA asal India, menjadi yang terbanyak ditolak masuk ke Indonesia. Jumlahnya mencapai 33 orang, disusul 28 WNA Bangladesh.
"Setelah dilakukan tindakan administrasi keimigrasian (TAK) sebanyak 47 WNA terpaksa dideportasi dari Indonesia. Sebanyak 16 orang berasal dari India, dan enam orang lainnya dari Irak," kata Tamrin.

Selain TAK, dua orang WNA lainnya sudah menjalani sidang projustitia. "Masih diperiode yang sama, jumlah WNA yang masuk ke Indonesia melalui Bandara Soetta sebanyak 237.965 orang. WNA yang keluar sebanyak 238.995 orang. Untuk WNI yang masuk diperiode 4 Januari hingga 4 Februari 2019, ada sebanyak 476.938 orang," papar Tamrin.

Angka tersebut, masih jauh lebih besar dari jumlah WNI yang pergi keluar negeri, selama periode yang sama, yakni mencapai angka 425.500 orang, dari Bandara Soetta.

Kabid Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soetta, Abrian Situmorang menambahkan, ratusan WNA yang ditolak masuk banyak yang pencari suaka politik. "Jadi, rata-rata mereka transit ke Indonesia, untuk pergi ke Eropa. Karena di Eropa itu sangat menghargai kehidupan. Jadi mereka ingin mencari kehidupan yang lebih layak, karena negaranya sedang konflik," jelasnya.

Sebelum ke Indonesia, mereka juga sempat transit ke Malaysia. Namun, ditolak oleh Malaysia. Hingga akhirnya, mereka masuk ke Indonesia, untuk terus pergi ke Eropa.

"Negara pertama itu terbanyak dari India, kemudian Irak, Malta, Yaman, Sri Lanka, dan Bangladesh. Tujuan utamanya itu bukan ke Indonesia, tapi Eropa. Mereka hanya transit saja di Indonesia," sambung Abrian lagi.

Dilanjutkan dia, penolakan itu terpaksa dilakukan karena jika WNA itu berhasil ke negara tujuan, dan ketahuan, maka mereka akan dipulangkan kembali ke Indonesia. "Dalam satu bulan terakhir, ada 47 orang WNA yang sudah kami deportasi. Mereka kita kembalikan ke negara asalnya. Itu tindakan keimigrasian selama 4 Januari sampai 4 Februari 2019," ungkap Abrian.

Pada periode yang sama, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soetta juga telah berhasil menerbitkan 2.852 buku parpor sebanyak 48 halaman secara online/offline. "Khusus pelayanan WNA, kami juga telah menerbitkan perpanjangan Ijin Tinggal Kunjungan (ITK) untuk 240 WNA dan ITK baru 40 WNA. Sedang ITAS baru 25 dan perpanjangan ITAS 7 orang," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Daftar Terbaru Bandara...
Daftar Terbaru Bandara Internasional di Indonesia: 17 Bandara Turun Kelas
Target Penyelesaian...
Target Penyelesaian Bandara Dhoho di Kediri pada Akhir Tahun 2023
Bikin Ngilu, Inilah...
Bikin Ngilu, Inilah 5 Bandara Paling Berbahaya di Dunia!
Warga Jogja Bakal Dapat...
Warga Jogja Bakal Dapat Kado HUT RI ke-76, Apa Itu?
Proyek Bandara Kediri...
Proyek Bandara Kediri Dimulai, Pemerintah Gandeng Gudang Garam
Berkat Digitalisasi,...
Berkat Digitalisasi, Bandara Soetta Naik Peringkat ke-35 Bandara Terbaik Dunia
Berita Terkini
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
1 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
2 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
2 jam yang lalu
2 Pemuda di Depok Ditangkap,...
2 Pemuda di Depok Ditangkap, Celurit hingga Airsoft Gun Disita Polisi
2 jam yang lalu
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
12 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
13 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved