Bantu Operasional MRT, LRT Bakal Dirancang Melingkar

Jum'at, 25 Januari 2019 - 04:38 WIB
Bantu Operasional MRT,...
Bantu Operasional MRT, LRT Bakal Dirancang Melingkar
A A A
JAKARTA - Demi membantu operasional Mass Rapid Transit (MRT), PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bakal merancang pembangunan Light Rapid Transit (LRT) secara Loopline (melingkar). Pembangunan akan dibuat memenuhi kebutuhan transportasi pinggiran Jakarta.

Hal itu diungkapkan Direktur Proyek LRT, PT Jakpro, Iwan Takwin. Dia mengatakan, rancangan proyek LRT jakarta sengaja dibuat untuk membantu transportasi masyarakat pinggiran Jakarta.

Karenanya, kata dia, setelah pembangunan LRT dari Velodrome ke Kelapa Gading, pembangunan akan dilanjutkan ke Tanah Abang melintasi Manggarai.

"Kemudian kami juga akan membuat LRT hingga ke Bandara Soekarno-Hatta. Tapi realisasi itu masih lama," kata Iwan ketika dihubungi, Kamis 24 Januari 2019.

Iwan kemudian menyakini, LRT bakal menjawab transportasi masyarakat Jakarta di masa mendatang. Desainya yang fleksibel dan operasi mesin yang otomatis membuat LRT mampu menjangkau pinggiran Jakarta.

Terlebih saat ini LRT berkomitmen untuk membangun transportasi ramah disabilitas. Karenanya pembangunan stasiun akan dibuat lebih nyaman, salah satunya dilengkapi lift dan space peron yang dibuat khusus penyandang. Termasuk soal desain kereta yang dilengkapi space kursi roda.

Sementara mengenai dipilih pembangunan di Kelapa Gading. Iwan beralasan saat itu Pemprov DKI membutuhkan tanah luas untuk membangun Depo. Dengan anggaran hanya 6,8 triliyun Jakpro harus memanfaatkan, termasuk untuk membangun stasiun dan depo.

"Kebetulan saat itu hanya ada tanah di kelapa gading. Tanah itu milik dki yang kini telah di bangun depo," lanjut Iwan.

Depo LRT yang dibangun di atas lahan 10 hektar itu nantinya menjadi bengkel serta garasi sejumlah kereta. Pengamanan maksimal dilakukan mulai dari memagari, menyebar Closed Circuit Television (CCTV), hingga menempatkan petugas jaga. Pembangun Depo di sana menghabiskan dana Rp2,5 triliun.

Dari depo ini pihaknya kemudian mengembangkan jaringan rel hingga ke velodrome yang mengarah ke selatan depo. Sementara untuk ke arah barat, LRT bakal merancang jalur ke arah Stadion BMW yang nanti akan menjadi markas Persija Jakarta.

Setelah nantinya tersambung lintas stadion BMW, maka LRT akan di maksimalkan hingga ke kawasan Bandara Soekarno Hatta.

Mengenai tudingan sejumlah pihak yang menyebutkan LRT Jakarta mahal. Iwan beralasan, harga tanah di Jakarta yang relatif mahal membuat nilai investasi pembangunan sangat besar, untuk fase 1 dari Kelapa Gading-Velodrome, PT Jakpro telah menghabiskan dana Rp6,8 triliun termasuk membeli kereta dan membangun lima stasiun.

Meski begitu, Iwan mengakui nilai itu sangat murah bila membandingkan dengan LRT di beberapa kota besar dunia. Pada LRT Jakarta, Iwan mencatat sebagian besar pembangunan dihabiskan untuk membangun depo dan membayar pajak yang mencapai Rp1,6 triliun.

"Artinya dengan jarak 5,8 kilometer. Tercatat LRT menghabiskan dana Rp460 miliar per satu kilometernya," tuturnya.

Direktur Utama PT LRT, Allan Tandiono tak menyangkal akan hal itu. Ia mengakui hampir semua pembangunan LRT dilakukan untuk membangun Depo dan membayar pajak.

"Lagi pula kontruksi kami cukup tebal dan kuat," ucap Allan.

Allan sadar sebagai transportasi baru, LRT membutuhkan pengalaman untuk operasional nantinya. Karenanya kerja sama dilakukan pihaknya dengan menggandeng TransJakarta untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia.

Termasuk dengan menarik minat masyarakat menggunakan LRT. Allan mengatakan, pihaknya sudah menekan MoU dengan TransJakarta. Mengintegrasian dilakukan untuk membuat LRT diminati masyarakat.

"Jadi bisa dikatakan kami bekerja sama. Nantinya di mana ada stasiun disitu ada transjakarta," ucapnya.

Selain mengintegrasian, LRT Jakarta juga akan dibangunan di beberapa pusat keramaian publik, seperti ruko pusat perbelanjaan, hingga stadion.

"Ibarat badan, LRT nantinya akan menjadi rusuk membantu transportasi masyarakat dari rumah menuju transportasi utama MRT," tutupnya.
(mhd)
Berita Terkait
Proyek MRT Fase 2A Tahun...
Proyek MRT Fase 2A Tahun Ini Ditargetkan Capai 23%
Pengerjaan MRT Fase...
Pengerjaan MRT Fase II, JPO Bank Indonesia Mulai Dibongkar
ADHI Torehkan Prestasi...
ADHI Torehkan Prestasi Baru, Terapkan U-Shaped Girder Pertama dan Terpanjang di Indonesia
Stasiun Thamrin Bakal...
Stasiun Thamrin Bakal Jadi Stasiun MRT Terpanjang, Begini Penampakannya
Adhi Karya Kantongi...
Adhi Karya Kantongi Pembayaran Proyek LRT Jabodebek Rp23,3 T
Progres Pembangunan...
Progres Pembangunan Proyek LRT Jabodebek Telah Capai 95%
Berita Terkini
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
8 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
2 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
2 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
3 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
3 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved