Siap Kelola Transportasi Jabodetabek, Anies Akan Menata DKI Dulu

Kamis, 10 Januari 2019 - 01:07 WIB
Siap Kelola Transportasi...
Siap Kelola Transportasi Jabodetabek, Anies Akan Menata DKI Dulu
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta siap menjadi leading sektor menata transportasi di Jakarta dan sekitarnya. Pembenahan transportasi massal di dalam dilakukan terlebih dahulu sebelum menambah jangkauan ke luar.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, sesuai arahan presiden Joko Widodo (Jokowi), pengelolaan transportasi di Jakarta dan sekitarnya harus dibuat sederhana.

Dimana, perencanaan transportasi dan kawasan diintegrasikan menjadi satu. Jokowi, kata dia, mempertanyakan siap atau tidak DKI memegang kendali pengelolaan transportasi tersebut.

"Secara prinsip DKI siap. Kemarin arahnya akan memulai dengan penataan di dalam wilayah DKI. Kemudian baru nanti ke keluar dan arahnya menambah jangkauan kendaraan umum massal," kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Anies menjelaskan, salah satu masalah yang dihadapi di Jakarta adalah transportasinya direncanakan sendiri, kawasannya direncanakan sendiri. Untuk itulah mengapa dibicarakan tentang digabung jadi satu supaya perencanaan transportasi mencerminkan perencanaan kawasan

Kewenangan mengatur kawasan, lanjut Anies adalah Pemprov DKI. Artinya, apabila pengaturan transportasi umum massal menjadi satu dengan pengaturan kawasan, akan sangat memudahkan.

Kerugian akibat kemacetan di Jabodetabek pertahun, kata Anies bukan Rp 65 Triliun, melainkan Rp 100 Triliun. Menurutnya, angka tersebut menunjukan bahwa betapa sulitnya mengatur kendaraan umum di Jakarta apabila kewenangannya tersebar.

Anies menyatakan akan mencoba mengembangkannya seperti membangun banyak lahan parkir yang tidak hanya di DKI, tetapi juga diluar Jakarta. Dia pun telah meminta pemerintah daerah mitra untuk mengusulkan kajian lokasi pembangunan lahan parkir.

Selain itu, Anies juga telah meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) MRT dan PT TransJakarta menyusun rencana pengintegrasian dan perluasan jangkauan. Sebab, saat ini baru sekitar 20 persen lebih warga DKI dan wilayahnya menggunakan angkutan umum.

"Dari situ kemudian kita bisa melakukan penambahan armada dan lain-lain. Tapi yang tidak kalah penting adalah mengintegrasikan juga dengan kereta api, nah ini yang masih dalam fase pembicaraan," ungkapnya.
(ysw)
Berita Terkait
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Penataan Stasiun Terintegrasi Berjalan Baik
Gabungkan Teknologi...
Gabungkan Teknologi Digital, Sistem Armada Berbasis ABT Diperkenalkan
Stasiun Jadi Sentral...
Stasiun Jadi Sentral Transportasi
Selamat, Jakarta Terpilih...
Selamat, Jakarta Terpilih sebagai Kota Transportasi Terbaik di Dunia
Transjakarta Manut Kebijakan...
Transjakarta Manut Kebijakan Pemprov DKI Soal Kenaikan Tarif
Anies Pamer DKI Raih...
Anies Pamer DKI Raih 2 Penghargaan Bidang Transportasi dan Lalin
Berita Terkini
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
11 menit yang lalu
Polisi Sebut Aksi Unjuk...
Polisi Sebut Aksi Unjuk Rasa BEM UI di Bundaran HI Tak Sesuai Aturan
34 menit yang lalu
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
1 jam yang lalu
BMKG Ungkap 5 Daerah...
BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama
2 jam yang lalu
Hujan Diprediksi Guyur...
Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Jakarta Siang hingga Sore Hari Ini
3 jam yang lalu
CCTV Bundaran HI Dituding...
CCTV Bundaran HI Dituding Mati saat Demo Mahasiswa, Diskominfotik DKI Jakarta Buka Suara
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved