54 Hari Menuju Pengoperasian MRT, Kesiapan Konstruksi Capai 98,1%

Selasa, 08 Januari 2019 - 06:32 WIB
54 Hari Menuju Pengoperasian...
54 Hari Menuju Pengoperasian MRT, Kesiapan Konstruksi Capai 98,1%
A A A
JAKARTA - Hitung mundur 54 hari menuju pengoperasian Moda Raya Terpadu (MRT) Fase I Koridor Selatan–Utara (Lebak Bulus-Bundaran HI), PT MRT Jakarta terus mengebut pembangunan dan melakukan persiapan teknis. Per Desember 2018, PT MRT Jakarta mengklaim kesiapan konstruksi sudah mencapai 98.1%.

“Berdasarkan data per akhir Desember 2018, progresnya (konstruksi) sudah 98,1%,” ujar Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Tubagus Hikmatullah, saat dihubungi SINDOnews, Senin, 7 Januari 2019.

Hikmat menyebutkan, sejauh ini sudah dilakukan pengujian dan pemeriksaan Integrated Test & Commissioning (ITC) atau pengetesan oleh kontraktor untuk tes antarsubsistem yang terintegrasi. Kegiatan ini sebagai bagian dari test & comissioning (T&C) dan dilaksanakan setelah dilakukan SAT dari masing-masing subsistem.

Untuk uji coba operasi (trial run), akan dilaksanakan MRT Jakarta untuk persiapan OM staff (OCC, masinis, station staff, maintenance), salah satunya untuk mengenal lintasan dan fasilitas stasiun (sarana dan prasarana).

Uji coba terbagi menjadi dua tahap. Pertama, parallel trial run yang berjalan terbatas karena paralel dengan kegiatan T&C sistem. Sifatnya hanya untuk pengenalan tim OM terhadap kondisi aktual ketika nanti beroperasi. Kedua, full trial run, yakni kegiatan uji coba operasi setelah diselesaikannya ITC.

“Pada saat full trial run, MRT Jakarta akan secara langsung menjalankan operasi dengan pola sesuai rencana, di-support oleh kontraktor, namun belum untuk penumpang secara komersial. Direncanakan dimulai bulan Februari 2019,” sebutnya.

Adapun progres pengetesan kereta, tes yang dilakukan pada November 2018 yakni type test rangkaian kereta ke-1, telah selesai dilaksanakan. Di bulan Desember 2018, telah dilakukan function test rangkaian kereta 2 dan 7. Sinkronisasi sistem ATO (update signaling S/W) rangkaian kereta 1 dan 7 selesai dengan stopping akurasi mencapai 100% batas toleransi (± 350 mm). Sinkronisasi sistem ATO untuk seluruh train set diselesaikan sampai Maret 2019.

“Rencana pengetesan kereta di tahun 2019 bulan Januari–Februari yaitu penyelesaian function test untuk 16 rangkaian kereta dan pengujian oleh Dirjen Perkeretaapian,” tandasnya.

Untuk kesiapan operasi dan pemeliharaan, pada sisi institusi (SOP dan peraturan) sudah mencapai 86,13%. Sedangkan bidang Sumber Daya Manusia (SDM) meliputi rekrutmen dan training baru 78,85%. Total keseluruhan kesiapan operasi dan pemeliharaan mencapai 82,63%.

“Untuk rekrutmen sudah dari tahun 2017. Sampai dengan saat ini jumlah SDM secara keseluruhan sekitar 500 orang,” tuturnya.

Dalam segi kesiapsigaan darurat, PT MRT Jakarta juga mengaku telah melakukan langkah antisipasi. Guna mencegah banjir, khususnya di Stasiun MRT Bundaran HI, pihaknya membangun tangga dari trotoar menuju arah masuk, setinggi 1,5 meter.

“Berdasarkan catatan kami, banjir tidak pernah lewat setinggi itu. Di bawahnya ada tempat menampung air. Kalau ada air masuk, dia tampung. Dia nampung paling bawah nanti air di pompa masuk ke drainase kota,” jelasnya.

Untuk kesiapsiagaan lain, seperti kebakaran, pihaknya juga telah melakukan tes pengasapan. Tes pengasapan ini untuk memastikan kerja dari pada kipas ventilasi terowongan yakni mengalirkan asap keluar melalui suar ventilasi (Ventilation Tower/VT).

“Hal ini dilakukan untuk membuat simulasi situasi kebakaran di dalam terowongan MRT Jakarta dan memastikan sistem dan kapasitas kipas ventilasi terowongan (Tunnel Ventilation Fan/TFV) bekerja sesuai fungsinya,” ujar Tubagus.

Tes ini dilakukan pada dua stasiun bawah tanah milik MRT Jakarta, yakni Stasiun MRT Istora dan Stasiun Dukuh Atas. Untuk waktu pengetesannya juga dilakukan dalam dua waktu berbeda, di mana Stasiun MRT Istora pada pukul 08.30 hingga 12.00 WIB. Selanjutnya Stasiun Dukuh Atas pada pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.

“Dalam simulasi ini digunakan jenis asap yang tidak mengeluarkan bau (odorless) dan tidak pedih di mata,” tutup Hikmat.
(thm)
Berita Terkait
Proyek MRT Fase 2A Tahun...
Proyek MRT Fase 2A Tahun Ini Ditargetkan Capai 23%
Begini Progres MRT Fase...
Begini Progres MRT Fase 2 pada Jalur Bundaran HI-Harmoni
Stasiun Thamrin Bakal...
Stasiun Thamrin Bakal Jadi Stasiun MRT Terpanjang, Begini Penampakannya
Pengerjaan MRT Fase...
Pengerjaan MRT Fase II, JPO Bank Indonesia Mulai Dibongkar
Didanai Korsel, DKI...
Didanai Korsel, DKI Bangun MRT Jakarta Fase IV Fatmawati-Kampung Rambutan
Skybridge MRT Lebak...
Skybridge MRT Lebak Bulus Ditargetkan Rampung November Ini
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
59 menit yang lalu
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
59 menit yang lalu
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
3 jam yang lalu
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
3 jam yang lalu
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
3 jam yang lalu
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
4 jam yang lalu
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved