Empat Korban Tewas Tsunami Banten Dimakamkan di Tangsel

Senin, 24 Desember 2018 - 11:56 WIB
Empat Korban Tewas Tsunami...
Empat Korban Tewas Tsunami Banten Dimakamkan di Tangsel
A A A
TANGERANG SELATAN - Ratusan warga memenuhi seluruh area Masjid Arraudhoh, Perumahan Bukit Nusa Indah, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (24/12/2018). Mereka menggelar salat jenazah terhadap 4 korban tsunami yang melanda Selat Sunda Sabtu 22 Desember 2018 malam.

Keempat korban itu berasal dari dua keluarga berbeda, namun tinggal dalam satu komplek perumahan di Bukit Nusa Indah. Mereka adalah, almarhumah Suhartini yang merupakan istri dari Sudiro, lalu almarhumah Siti Nur Alfisyah (37) istri dari Ustad Abror, serta 2 anaknya yang juga tewas, M Zein Karim (3) dan Nihla (11).
Empat Korban Tewas Tsunami Banten Dimakamkan di Tangsel

Setelah disalatkan, keempat jenazah lalu dibawa kedua lokasi pemakaman berbeda menggunakan empat mobil ambulan. Seluruh keluarga, kerabat, hingga warga sekitar turut mengantar ke pemakaman. Mereka yang hadir mengikuti prosesi itu tak dapat menyembunyikan rasa duka, bahkan sebagiannya ada yang menahan isak tangis di lokasi.

Pantauan di lokasi, tiga jenazah yang berasal dari keluarga Ustad Abror di makamkan di Pemakaman Islam Alhidayah, RW018, Serua, Ciputat. Lokasinya terletak tak seberapa jauh dari lingkungan mereka tinggal di Bukit Nusa Indah. Sedangkan jenazah Suhartini, istri dari Sudiro dimakamkan di Pemakaman Islam di Gang Sukma, juga berada tak terlalu jauh dari Bukit Nusa Indah.

"Jadi yang hadir disini kebanyakan dari keluarga maupun kerabat Ustaz Abror, ada juga santri-santri dari Ponpes Raudhatul Islah. Karena beliau kan pengurus di MUI Kecamatan Serua, pemilik Ponpes itu juga," ungkap Julyarto Prabawasisa, pengurus Ponpes Raudhatul Islah, kepada Okezone di lokasi Pemakaman Islam Alhidayah.
Empat Korban Tewas Tsunami Banten Dimakamkan di Tangsel

Ustaz Abror, berupaya tetap tegar berada di sisi tiga liang lahat menyaksikan istri tercinta dan dua anaknya dimakamkan. Dia termasuk saksi hidup yang selamat dari ganasnya terjangan tsunami di Pantai Carita Anyer, Pandeglang, Banten.

Dikatakan Julyarto, sebenarnya keberadaan keluarga UstazAbror dan beberapa keluarga lain di Bukit Nusa Indah ke Pantai Anyer adalah untuk acara keluarga. Selain berlibur, mereka juga mengisi kegiatan itu dengan arisan dan rangkaian hiburan lainnya.

"Yang ikut acara itu ada 15 orang, dari 4 keluarga. Yang lain selamat, tapi yang enam orang meninggal dunia," ucapnya.
(ysw)
Berita Terkait
Ketika Musibah Datang...
Ketika Musibah Datang sebagai Peringatan
Inilah 15 Penyebab Datangnya...
Inilah 15 Penyebab Datangnya Musibah, Simak di Sini Saja!
Musibah Terjadi karena...
Musibah Terjadi karena Perbuatan Tangan Sendiri, Begini Penjelasan Al-Qur'an
Bukan Sekadar Ujian,...
Bukan Sekadar Ujian, Ada 3 Hikmah di Balik Musibah
Ketentuan Allah Taala...
Ketentuan Allah Ta'ala Tentang Musibah, Hikmah atau Akibat Dosa?
Inilah Musibah Terbesar...
Inilah Musibah Terbesar yang Menimpa Orang Beriman
Berita Terkini
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
38 menit yang lalu
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
3 jam yang lalu
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
3 jam yang lalu
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
5 jam yang lalu
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
5 jam yang lalu
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
6 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved