Kodam Sebut Isu Bom Phosphor Sebagai Propaganda OPM di Nduga

Sabtu, 22 Desember 2018 - 16:55 WIB
Kodam Sebut Isu Bom...
Kodam Sebut Isu Bom Phosphor Sebagai Propaganda OPM di Nduga
A A A
JAYAPURA - Kodam XVII/Cenderawasih menyebut isu pengunaan senjata bom phosphor atau nama sering disebut WP (White Phosphorus) di Nduga, Papua adalah propaganda Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka. Dimana tujuan utama penggunaan WP ini adalah utuk pembakaran lokasi musuh atau penghancuran daerah. Ini adalah senjata kimia pembunuh Massal.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kol Inf Muhammad Aidi mengatakan, cara penggunaanya ditembakkan menggunakan Senjata Meriam Artileri Berat dari jarak puluhan sampai ratusan kilo meter bahkan bisa antar pulau, atau dibawa oleh pesawat tempur jenis pengebom, tidak mungkin bisa diangkut menggunakan Helikopter angkut apalagi hanya dibawa oleh Prajurit Infanteri.

"TNI tidak pernah dan tidak akan mau memiliki dan menggunakan senjata kimia pembunuh massal, termasuk Bom Phosphor. Apalagi di Papua kami tidak memiliki senjata Artileri dan tidak memiliki pesawat tempur," kata Kol Inf Muhammad Aidi dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Sabtu (22/12/2018).

Karena, menurut Kapendam, sifatnya membunuh secara massal dan ditembakkan menggunakan senjata Meriam Artileri atau dengan pesawat tempur pengebom, maka tidak mungkin ditembakkan pada lokasi atau daerah yang ada pasukan kawan. "Karena seluruh mahkluk hidup yang ada di area dampak bom pasti mati atau paling tidak luka berat dan cacat seumur hidup. Nyatanya pasukan TNI-Polri di Nduga sampai sekarang sehat- sehat saja tidak ada yang kena phosphor," ungkap Kol Inf M Aidi.

Menurut Kapendam, alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI Yang ada di Papua hanya pesawat helikopter angkut jenis Bell, Bolco dan MI -17. Tidak ada pesawat serbu apalagi pengebom.

"Bila benar TNI menggunakan Bom Phosphor maka paling tidak seluruh Kabupaten Nduga sudah habis terbakar dan seluruh manusia dan hewan yang ada di sana sudah mati," timpalnya.

Anehnya, lanjut Aidi, orang-orang yang membuat berita propaganda adalah orang-orang konyol dan bodoh, yang tidak mempelajari terlebih dahulu karakteristik suatu senjata atau barang, yang penting bisa membuat berita bohong, menyesatkan atau menfitnah. Dan yang lebih konyol lagi adalah media yang mau memuat suatu berita murahan tanpa didasari oleh suatu data yang akurat.

"Demi untuk membuat berita bohong dan upaya Propaganda, KKSB menggunakan segala macam cara dan menampilkan data palsu yang sangat absrud tidak masuk logika," tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Kogabwilhan III Bantah...
Kogabwilhan III Bantah Klaim OPM yang Tewaskan 8 Prajurit TNI
2 Paramedis COVID-19...
2 Paramedis COVID-19 di Intan Jaya Papua Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Tewas
Kodam XVII/Cenderawasih...
Kodam XVII/Cenderawasih Pastikan Penyidikan Oknum Prajurit TNI Pelaku Penganiayaann Terus Jalan
Kontak Tembak dengan...
Kontak Tembak dengan OPM, 1 Anggota Koramil Hitadipa Papua Gugur
Kapolda Perintahkan...
Kapolda Perintahkan Semua Senjata Api Anggota Polres Membramo Raya Ditarik
Bentrok TNI-Polri Tewaskan...
Bentrok TNI-Polri Tewaskan 3 Polisi, Pangdam Proses Hukum Prajurit yang Bersalah
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
2 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
3 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
4 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
5 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
13 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
13 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved