Kata Istana Soal Reuni 212: Bikin Takut, Perlu Difikirkan Ulang
Kamis, 29 November 2018 - 16:35 WIB
Kata Istana Soal Reuni 212: Bikin Takut, Perlu Difikirkan Ulang
A
A
A
JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta masyarakat yang hendak bergabung dalam acara Reuni Akbar 212 di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (2/12/2018), berfikir ulang. Pasalnya banyak pihak yang merasa ketakutan dengan acara tersebut.
"Kami belum lihat ya niatnya, tapi intinya jangan masyarakat menjadi takut. Karena saya mendengar dari berbagai komunikasi, takut menghadapi situasi seperti itu. Untuk apa melakukan hal-hal yang pada akhirnya justru memunculkan rasa takut," ujar Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/11/2018).
Dalam acara Reuni 212, peserta reuni berencana mengibarkann sejuta bendera bertuliskan kalimat Tauhid. Moeldoko pun mengimbau agar peserta berfikir ulang terkait rencana pengibaran bendera Tauhid tersebut.
"Masyarakat kita itu melihat bendera hitam sudah ketakutan, kenapa kita mesti menebarkan rasa takut kepada masyarakat. Secara psikologis itu yang dihadapi masyarakat. Imbauan saya, perlu difikirkan ulang kegiatan-kegiatan yang justru tidak membawa rasa damai," kata Moeldoko.
Saat disinggung apakah Presiden Joko Widodo bakal menghadiri undangan Reuni 212 itu? Moeldoko mengaku belum mengetahui keberadaan undangan tersebut.
"Saya belum tahu persis. Undangan ya mungkin dikirim ke Mensesneg, saya enggak tahu," pungkas Moeldoko.
"Kami belum lihat ya niatnya, tapi intinya jangan masyarakat menjadi takut. Karena saya mendengar dari berbagai komunikasi, takut menghadapi situasi seperti itu. Untuk apa melakukan hal-hal yang pada akhirnya justru memunculkan rasa takut," ujar Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/11/2018).
Dalam acara Reuni 212, peserta reuni berencana mengibarkann sejuta bendera bertuliskan kalimat Tauhid. Moeldoko pun mengimbau agar peserta berfikir ulang terkait rencana pengibaran bendera Tauhid tersebut.
"Masyarakat kita itu melihat bendera hitam sudah ketakutan, kenapa kita mesti menebarkan rasa takut kepada masyarakat. Secara psikologis itu yang dihadapi masyarakat. Imbauan saya, perlu difikirkan ulang kegiatan-kegiatan yang justru tidak membawa rasa damai," kata Moeldoko.
Saat disinggung apakah Presiden Joko Widodo bakal menghadiri undangan Reuni 212 itu? Moeldoko mengaku belum mengetahui keberadaan undangan tersebut.
"Saya belum tahu persis. Undangan ya mungkin dikirim ke Mensesneg, saya enggak tahu," pungkas Moeldoko.
(thm)