Rekrutan CPNS Minim, Jateng Tetap Andalkan Guru Tidak Tetap

Rabu, 28 November 2018 - 04:30 WIB
Rekrutan CPNS Minim,...
Rekrutan CPNS Minim, Jateng Tetap Andalkan Guru Tidak Tetap
A A A
SEMARANG - Guru Tidak Tetap (GTT) masih diandalkan menggantikan guru pegawai negeri sipil (PNS) yang banyak memasuki masa pensiun. Hal itu dikarenakan minimnya jumlah pelamar yang lolos tes CPNS formasi guru SMA/SMK.

Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah (Jateng), Hari Muryanto, menyebutkan, berdasar perbandingan GTT dan guru PNS, jumlahnya hampir sepertiganya, bahkan lebih. Guru PNS di SMA hanya berjumlah 13.700 orang, sedangkan jumlah GTT mencapai 4.182 orang.

Kemudian, guru PNS di SMK berjumlah 10.683 orang dan guru GTT mencapai 5.760 orang. Sementara di SLB, jumlah guru PNS 1.483 orang dan GTT 421 orang. Tiga jenjang pendidikan tersebut sesuai UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, menjadi kewenangan Pemprov Jateng.

“Tahun ini ada formasi CPNS (guru), namun yang lolos passing grade sedikit. Misalnya dapat tambahan guru, tapi akan ada yang pensiun 700 orang guru. Kami juga peroleh informasi jika guru SD mencapai 800 orang yang pensiun per bulannya,” ujar Heri Muryanto saat berbicara dalam Diskusi Prime Topic MNC Trijaya FM bertema Tantangan Pendidik di Era Milenial di Lobby Gets Hotel Semarang, Selasa (27/11/2018).

Kata dia, Pemprov Jateng berupaya meningkatkan kualitas GTT, salah satunya dengan cara memberikan gaji standar UMK+10% bagi yang memenuhi syarat jam mengajar. Namun, dilihat dari keseluruhan guru yang mengajar, belum semuanya sesuai kualifikasi.

Dia merinci apabila dirata-ratakan berkisar 75% guru yang berpendidikan S1, sisanya masih lulusan D2 atau D3 dan bahkan SPG (Sekolah Pendidikan Guru). “Saat ini, guru yang berpendidikan S1 di SMA 86,15%, di SMK 70,24% dan di SLB 77,03%.,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi menegaskan bahwa guru tidak boleh hanya sebagai pengajar, namun juga pendidik. “Guru harus memberikan materi pelajaran dan juga pendidikan budi pekerti. Sehingga anak tak hanya pintar soal kognitif tapi juga memiliki tata krama dan sopan santun,” tegasnya.

Sementara itu, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) berharap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terus mendorong kesejahteraan guru. Menurut Wakil Sekretaris PGRI Jateng, Maryanto, hal tersebut menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya profesionalisme guru. “Ya idealnya gaji GTT dua kali lipat UMK. Karena tuntutan GTT tinggi, harus S1,” ungkap Maryanto.
(thm)
Berita Terkait
Pemprov Jabar Serahkan...
Pemprov Jabar Serahkan 5.700 SK PPPK Guru SMA, SMK dan SLB
Pertanyakan Status Guru...
Pertanyakan Status Guru Kontrak, Guru Honorer Minta Tak Ada Diskriminasi
Kemendikbud Buka Lowongan...
Kemendikbud Buka Lowongan Guru untuk CLC di Malaysia, Ini Persyaratannya
Mimpi Guru Honorer Masih...
Mimpi Guru Honorer Masih Tertunda
Darurat Tenaga Pengajar,...
Darurat Tenaga Pengajar, Guru Honorer Minta Pemerintah Serius Mengatasi
Digaji Rp10.000 Per...
Digaji Rp10.000 Per Bulan, Guru Honorer di Aceh Tengah Tetap Senyum Jalankan Tugas
Berita Terkini
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
34 menit yang lalu
Ini Titik Demo Mahasiswa,...
Ini Titik Demo Mahasiswa, 5.955 Personel Kepolisian Dikerahkan Jaga Aksi Unjuk Rasa
1 jam yang lalu
Demo Mahasiswa Berlanjut!...
Demo Mahasiswa Berlanjut! BEM Universitas Bung Karno Bawa 6 Tuntutan
1 jam yang lalu
Polda Metro: 2 Kasino...
Polda Metro: 2 Kasino Berkedok Timezone Omzetnya Capai Rp2,1 Miliar
2 jam yang lalu
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
11 jam yang lalu
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
13 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved