Komunitas Bela Indonesia Ajak Junjung Tinggi Toleransi

Selasa, 20 November 2018 - 21:57 WIB
Komunitas Bela Indonesia...
Komunitas Bela Indonesia Ajak Junjung Tinggi Toleransi
A A A
KUPANG - Perbedaan suku, agama, ras, dan golongan (SARA) kerap kali menimbulkan ketegangan bahkan perselisihan. Hal ini disebabkan rendahnya toleransi sesama anak bangsa. Padahal, dalam Pancasila, jelas sekali bahwa di antara anak bangsa harus menjunjung tinggi persatuan.

Karena itu, Komunitas Bela Indonesia (KBI) menggelar pelatihan juru bicara Pancasila di sejumlah daerah. Salah satunya di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kupang menjadi kota ke-19 terselenggaranya pelatihan juru bicara Pancasila. Ada sebanyak 40 peserta dengan beragam latar belakang dan berasal dari berbagai daerah di Kupang mulai Jumat-Senin 16-19 November.

Ningsih, panitia lokal dan aktivis Kompak Kupang-NTT, menyatakan, pelatihan bertajuk ”Dari Kupang untuk Indonesia Damai, Kita Aktif Tanpa Kekerasan” ini sangatlah penting. Ningsih pun mengapresiasi KBI yang telah menggelar pelatihan ini dan bertepatan dengan Hari Toleransi Sedunia.

”Kita patut senang dengan adanya pelatihan juru bicara Pancasila karena bertepatan dengan Hari Toleransi Sedunia. Semoga kita bisa kembali merefleksikan tentang pentingnya toleransi yang harus terus dibangun, diterapkan, dan dijaga,” tuturnya.

Muhammad Isnur, fasilitator pelatihan, menyampaikan hasil survei tentang Pancasila yang dirilis lembaga survei LSI Denny JA tentang penurunan dukungan masyarakat kepada Pancasila.

“Dalam 13 tahun terakhir, dukungan terhadap Pancasila terus mengalami penurunan. Pada 2005, dukungan masyarakat pada Pancasila mencapai 85,2% dan pada 2018 sebesar 75,3% atau turun sebesar 10%,” ujar Isnur dalam pernyataan tertulis yang dikirimkan ke SINDOnews, Selasa (20/11/2018).

Isnur menjelaskan, fakta ini mendorong KBI untuk kembali memasyarakatkan Pancasila sebagai perekat keragaman masyarakat Indonesia.

Koordinator KBI Anick HT, menjelaskan, pelatihan ini menggunakan buku rujukan berjudul Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia yang ditulis Denny JA dan tim. “Kami berikan materi isu, pelatihan menulis, berdebat serta manajemen media sosial,” paparnya.
(sms)
Berita Terkait
Ini Isi RUU HIP yang...
Ini Isi RUU HIP yang Memicu Kontroversi dan Ditolak Ramai-Ramai
Diklat PIP Angkatan...
Diklat PIP Angkatan V di Semarang, BPIP Tegaskan Dosen sebagai Penjaga Karakter Pancasila
Contoh Perwujudan Nilai-nilai...
Contoh Perwujudan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Masyarakat
Pengertian Instrumental...
Pengertian Instrumental Pancasila dan Contohnya
Arti Pancasila sebagai...
Arti Pancasila sebagai Dasar Negara yang Perlu Dipahami
15 Contoh Pengamalan...
15 Contoh Pengamalan Sila ke-2 Pancasila di Rumah
Berita Terkini
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
13 menit yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
48 menit yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
2 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
2 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
2 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
3 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved