BPTJ Targetkan Integrasi 17 Stasiun dengan Angkutan Umum Selesai 2019

Jum'at, 16 November 2018 - 04:36 WIB
BPTJ Targetkan Integrasi...
BPTJ Targetkan Integrasi 17 Stasiun dengan Angkutan Umum Selesai 2019
A A A
JAKARTA - Integrasi angkutan umum dengan Kereta Api Commuter Jabodetabek (KCJ) di 17 stasiun yang dilakukan sejak 2016 lalu belum terwujud. Terbatasnya lahan masih menjadi kendala integrasi antar moda transportasi tersebut.

Kepala Badan Pegelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono mengatakan, integrasi angkutan umum dengan kereta di 17 stasiun terkendala lahan. Dia meminta kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyediakan lahan endapan untuk angkutan umum agar tidak mengganggu badan jalan.

"Mau tidak mau PT KAI harus menyediakan lahannya untuk integrasi itu. Kami akan terus berkordinasi," kata Bambang Prihartono saat dihubungi pada Kamis, 15 November 2018 kemarin.

Bambang menjelaskan, membenahi masalah karut-marutnya pintu keluar stasiun kereta api tidak harus berpikir linier. Di mana, stasiunnya diperbaiki terlebih dahulu baru dibenahi. Dia berharap apabila PT KAI memiliki lahan, tolong diberikan untuk parkir angkutan umum menjemput penumpang.

Selain berkordinasi dengan PT KAI, lanjut Bambang, pihaknya juga sudah meminta kepada PO Bus menyiapkan armadanya untuk menjadi feeder stasiun. Termasuk PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

Menurutnya, para pelaku angkutan umum itu sedang melakukan kajian berikut pelayanannya."Kami targetkan integrasi angkutan umum dengan Commuter Line di 17 stasiun selesai pada 2019," ujarnya.

Plt Kepala Dinas Perhubungan, Sigit Widjiatmoko menuturkan, integrasi moda transportasi menjadi esensi utama apabila bicara peningkatan transportasi massal. Terkait Integrasi 17 stasiun, Sigit berharap BPTJ sebagai fasilitator pemerintah pusat dan daerah dapat mengingatkan kembali betapa pentingnya integrasi antar moda transportasi. Terlebih sudah ada contoh yang berjalan di Stasiun Tebet, Jakarta Selatan.DKI, kata Sigit, siap membantu mengembangkan integrasi tersebut. Salah satunya bahkan telah dilakukan di sisitem satu arah Jalan KH Wahid Hasyim yang kompensasinya mengoperasikan armada bus Transjakarta dari Stasiun Gondangdia ke Stasiun Tanah Abang.

"Itu kan bukti bahwa integrasi bukan hanya sebagai feeder, tetapi sebagai penyatu dua simpul moda transportasi," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Dihantam Travel Bodong,...
Dihantam Travel Bodong, Pengusaha Angkutan Umum Berteriak
Kurangi Kepadatan Penumpang,...
Kurangi Kepadatan Penumpang, Angkutan Umum Harus Ditambah
Angkutan Umum Bodong...
Angkutan Umum Bodong Marak? Ya karena Memang Dibutuhkan
Capek Antre Tiket Bus?...
Capek Antre Tiket Bus? Platform Ini Ubah Perjalananmu Jadi Lebih Asyik dan Hemat
2029, Pemerintah Targetkan...
2029, Pemerintah Targetkan Jumlah Pergerakan dengan Angkutan Umum Capai 60%
Integrasi Moda Angkutan...
Integrasi Moda Angkutan dan Tiket akan Dorong Pengguna Transportasi Umum
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
2 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
7 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
7 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
8 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
8 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
8 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved