Polisi Tangkap 7 Tersangka Hoaks Penculikan Anak dan Lion Air

Minggu, 04 November 2018 - 03:27 WIB
Polisi Tangkap 7 Tersangka...
Polisi Tangkap 7 Tersangka Hoaks Penculikan Anak dan Lion Air
A A A
JAKARTA - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri meringkus tujuh tersangka penyebar hoaks penculikan anak dan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Para tersangka berasal dari berbagai daerah di Indonesia itu menyebarkan hoaks melalui akun media sosial (medsos) Facebook.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, dari tuhuh tersangka yang dibekuk enak di antaranya adalah penyebar kasus penculikan anak. Motif para pelaku, kata dia, bermacam-macam.

Menurut dia, penangkapan terhadap tujuh tersangka itu untuk memberikan efek jera kepada masyarakat agar tidak menyebar berita bohong dan membuat resa masyarakat.

"Penegakan hukum untuk mencegah agar masyarakat tidak ikut-ikutan menyebarkan berita hoaks. Polri sangat serius memberantas berita hoaks yang telah meresahkan masyarakat," kata Dedi di Jakarta, Sabtu 3 November 2018.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga telah mengirimkan surat kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk diblokir akun FB para tersangka.

"Melakukan koordinasi dan bersurat ke Kemeninfo dan BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) untuk melakukan TD dan pemblokiran akun," tambahnya.

Dia menambahkan, enam dari tujuh tersangka itu menyebarkan berita bohong yang bertuliskan nada yang diduga meresahkan masyarakat terkait penculikan anak. Sedangkan, satu tersangka penyebar kabar bohong terkait kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 hanya ingin mnegucapkan belasungkawa.

"Motif hanya bela sungkawa dan mendoakan terhadap korban pesawat yang jatuh," katanya.

Dia mengatakan, ketujuh tersangka tersebut di antaranya Darmawan (31) asal Pasuruan, Jawa Timur, El Wanda (31) asal Bogor, Jawa Barat, Rahmat Aziz (33) asal Jakarta, Jeffri Hasiholan Sitorus (31) asal Purwakarta, Jawa Barat, Dina Nurma Lestari (20) asal Cengkareng (Jakarta), Nurdin (23) asal Sukabumi, Jawa Barat dan Anisah (30) asal Pangandaran, Jawa Barat.

Bareskrim Polri menjerat tujuh tersangka itu dengan Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

"Barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Selain Sriwijaya Air,...
Selain Sriwijaya Air, Ini Enam Tragedi Pesawat Paling Mengerikan
Keluarga Korban Tragedi...
Keluarga Korban Tragedi Lion Air Minta Boeing Didenda Rp406,8 Triliun
Lion Air Investigasi...
Lion Air Investigasi Video Viral Paket yang Dilempar dari Pesawat
Lion Air Buka-bukaan...
Lion Air Buka-bukaan Soal Kenaikan Harga Tiket Pesawat di Depan DPR
Lion Angkut Penumpang...
Lion Angkut Penumpang Covid-19, Pengamat: Bukan Sepenuhnya Salah Maskapai
Pengamat Minta Maskapai...
Pengamat Minta Maskapai Selidiki Secara Lengkap Aksi Lempar Barang dari Pesawat
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
6 jam yang lalu
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
7 jam yang lalu
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
8 jam yang lalu
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
8 jam yang lalu
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
8 jam yang lalu
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
8 jam yang lalu
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved