Cek Lokasi Pergeseran Tanah, Tagana Bogor Temukan Penyebabnya

Rabu, 24 Oktober 2018 - 18:22 WIB
Cek Lokasi Pergeseran...
Cek Lokasi Pergeseran Tanah, Tagana Bogor Temukan Penyebabnya
A A A
BOGOR - Hingga kini polisi masih memasang garis polisi di sekitar wilayah pergeseran tanah di Kampung Cimangurang, Desa Cijayanti, kabupaten Bogor. Berdasarkan pengecekan lokasi yang dilakukan Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bogor, penyebab pergeseran tanah akibat adanya pengeboran pondasi yang terlalu dalam.

Menurut Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bogor M Taufik, dari hasil pemeriksaan dan pengecekan di lokasi pergeseran tanah itu, diduga akibat pengeboran untuk fondasi bangunan yang terlalu dalam.

"Iya jadi ini, diduga dampak dari pembangunan perumahan mengakibatkan pergeseran tanah sehingga rumah serta masjid disekitar terancam," ujarnya kepada wartawan, Rabu (24/10/2018).

Terlebih lanjut dia, saat ini memasuki musim penghujan, sehingga bisa memperparah rekahan tanah tersebut. Menurutnya, pergeseran tanah tersebut terjadi beberapa kali, semula kecil namun akibat hujan semakin melebar.

"Awalnya masih sedikit tapi sekarang panjangnya kurang lebih 120 meter dan lebarnya 1 meter sementara untuk kedalamnya belum bisa diukur," bebernya.

Hingga saat ini, berdasarkan hasil pendataan sebanyak 25 rumah retak di antaranya RT.03/02 (3 rumah), Rt.04/02 (5 rumah) dan Rt.07/02 ( 17 rumah ).

"Satu fasilitas umum juga terdampak di Rt.07/02 Masjid Jami Nurul Iman retak dibagian luar dan di dalam tepatnya di dekat mimbar," jelasnya. (Baca: Puluhan Rumah di Bogor Rusak Akibat Pergeseran Tanah dan Longsor )

Sementara itu, Kapolsek Babakanmadang Kompol Wawan Wahyudin mengatakan pihaknya sudah memasang garis polisi agar warga tidak memasuki area tanah yang mengalami pergeseran tanah.

"Langkah ini sebagai antisipasi terjadinya sesuatu hal yang tak diinginkan agar warga tidak memasuki area yang sudah terdampak pergeseran tanah," jelasnya.

Pihaknya juga menghimbau warga untuk tetap waspada meskipun retakan tidak terlalu berbahaya. "Kita juga sekarang gencar ikut sosialisasikan siaga bencana, agar mereka waspada apabila ada hujan besar seperti akhir-akhir ini," terangnya.
(ysw)
Berita Terkait
Korban Tewas Tanah Longsor...
Korban Tewas Tanah Longsor di Dramaga Bogor Ternyata Pasangan Suami Istri
Longsor Akibat Hujan...
Longsor Akibat Hujan Deras Terjang Dua Rumah Warga di Kabupaten Bogor
Tembok Penahan Tanah...
Tembok Penahan Tanah Longsor, Jalan Raya Bogor-Sukabumi Terancam Ambles
BNPB: 14 Orang Mengungsi...
BNPB: 14 Orang Mengungsi Akibat Tanah Longsor di Kabupaten Bogor
Longsor di Terowongan...
Longsor di Terowongan Cijayanti Bogor, Arus Lalin Terganggu
Pencarian Korban Tanah...
Pencarian Korban Tanah Longsor di Kota Bogor
Berita Terkini
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
37 menit yang lalu
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
3 jam yang lalu
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
3 jam yang lalu
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
5 jam yang lalu
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
5 jam yang lalu
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
6 jam yang lalu
Infografis
Kapan Tanggal 1 Dzulhijjah...
Kapan Tanggal 1 Dzulhijjah 1446 Hijriah? Cek di Sini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved