Ketua DPR Minta Konflik Rumah Dinas TNI AD Diselesaikan Kekeluargaan

Selasa, 23 Oktober 2018 - 18:30 WIB
Ketua DPR Minta Konflik...
Ketua DPR Minta Konflik Rumah Dinas TNI AD Diselesaikan Kekeluargaan
A A A
YOGYAKARTA - Konflik tanah Sultan Ground (SG) antara warga penghuni rumah dinas di Kampung Dipoyudan, Patuk RT 28/RW 05, Ngampilan, Yogyakarta dengan TNI AD terus bergulir. Perwakilan warga mengadukan kasus ini ke Ketua DPR Bambang Soesatyo di Jakarta.

Usai menerima pengaduan itu, Bambang Soesatyo berharap konflik penertiban rumah dinas TNI AD di lahan Sultan Ground tersebut dapat diselesaikan dengan damai. Terlebih warga mengaku sudah memegang surat kekancingan magersari dari Keraton.

"Mau bagaimana pun mereka yang menempati rumah dinas tersebut merupakan saudara sebangsa. Orang tua mereka dulu sudah berkorban untuk bangsa dan negera. Penertiban yang menggunakan kekerasan maupun tindakan yang melukai persaan sebaiknya dihindari. Semua bisa diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan," kata Bamsoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo, usai menerima pengaduan warga Senin (22/10/2018). Tanggapan Bamsoet ini diunggah dalam akun resmi instagram bambang.soesatyo.

Selain megadu ke Ketua DPR, sebagian warga juga mendatangi Ombudsman Republik Indonesia (ORI) DIY. Ketua ORI DIY, Budi Masturi, Selasa (23/10/2018) mengaku pihaknya belum bisa melangkah lebih jauh lantaran warga belum melapor secara resmi. Jika sudah resmi melapor pihaknya bisa memediasi ketiga belah pihak.

Untuk diketahui, ratusan anggota TNI mengosongkan rumah dinas TNI AD di Kampung Dipoyudan. Ada tiga rumah yang dikosongkan yakni rumah nomor 554, 573 dan 578. Mas Surakso Subiyantoro (60), penghuni rumah nomor NG I/573 menyebut sekitar pukul 05.00 WIB puluhan anggota TNI AD mendatangi rumahnya. Mereka mengeluarkan paksa barang-barang miliknya.

"Begitu masuk mereka kemudian mengeluarkan perabotan dan dagangan saya. Tak ada diskusi, tak ada pembicaraan. Kami merasa dizalimi," ujar abdi dalem keraton Yogyakarta ini.

Abdi Dalem Keraton Yogyakarta ini mengaku memegang surat kekancingan magersari dari tanah yang ditempatinya. Kekancingan magersari itu dikeluarkan oleh Kawedanan Hangeng Sri Wandowo yang ditandatangani oleh almarhum GBPH Joyokusumo. (Baca juga: Cerita Korban Pengosongan Asrama Pathuk Yogya oleh TNI AD )
(amm)
Berita Terkait
Sejarah dan Asal-usul...
Sejarah dan Asal-usul Kesultanan Yogyakarta
Tanah Sultan Ground...
Tanah Sultan Ground Tidak Dilepas untuk Jalan Tol, Keraton Yogyakarta Terbitkan Palilah
Penutupan Sementara...
Penutupan Sementara Wisata Milik Keraton Yogyakarta
Alun-Alun Utara Keraton...
Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta Bakal Dipagari, Ini Alasannya
Promosi Jadi Kasdam...
Promosi Jadi Kasdam II Sriwijaya, Brigjen TNI Muhammad Zamroni Pamitan
Sri Sultan Hamengkubuwono...
Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) II Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Berita Terkini
BMKG Ungkap 5 Daerah...
BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama
11 menit yang lalu
Hujan Diprediksi Guyur...
Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Jakarta Siang hingga Sore Hari Ini
34 menit yang lalu
CCTV Bundaran HI Dituding...
CCTV Bundaran HI Dituding Mati saat Demo Mahasiswa, Diskominfotik DKI Jakarta Buka Suara
1 jam yang lalu
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
2 jam yang lalu
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
3 jam yang lalu
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
4 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved