Duga Ada Korupsi di Kota Sungai Penuh, Warga Melapor ke KPK

Rabu, 17 Oktober 2018 - 17:16 WIB
Duga Ada Korupsi di...
Duga Ada Korupsi di Kota Sungai Penuh, Warga Melapor ke KPK
A A A
JAKARTA - Warga Desa Renah Kayu Embun, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, Jambi melaporkan dugaan korupsi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (17/10/3018). Ada dua kasus yang mereka laporkan.

Mereka melaporkan dugaan korupsi pembuatan atau pembukaan jalan 4,7 km dengan pagu anggaran Rp2,5 miliar tahun 2017 oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Sungai Penuh. Padahal wilayah tersebut merupakan Kawasan Hutan Negara atau Hutan Produktif Pola Partisipasi Masyarakat (HP3M).

Selain dugaan tindak pidana korupsi, Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan diduga melakukan perusakan lingkungan dengan membuat tempat pembuangan akhir (TPA) sampah tanpa diolah dengan baik. Celakanya TPA tersebut tidak dilengkapi Amdal.

"Hari ini, kami datang ke KPK untuk melaporkan dugaan tindak pidana korupsi di Kota Sungai Penuh. Alhamdulillah laporan kami sudah diterima di bagian pengaduan," kata Yosnesbar, perwakilan warga Kota Sungai Penuh di Gedung KPK.

Menurut dia, munculnya dugaan korupsi itu berawal dari pembuatan TPA yang menyalahi aturan. Sebab lahan yang mereka gunakan merupakan Kawasan Hutan Produksi Renah Kayu Embun dan jika ingin digunakan harus mendapat persetujuan dan kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). "Jangankan Amdal, izin dari KLHK saja tidak ada. Dari awal mereka sudah salah," terangnya.

Asmardi, warga lainnya menambahan, sampah yang dibuang ke TPA mencapai 30 truk kendaraan per hari. Celakanya sampah tersebut dibuang dengan cara ditimbun sehingga merusak dan mencemarkan lingkungan. "Pembuangan sampah sudah dilakukan sejak 2017 lalu. Warga marah dan kesal karena berpengaruh terhadap air yang mereka gunakan sehari-hari," ungkapnya.

Mengenai pelanggaran izin penggelolaan hutan, warga sudah melaporkan kasus ini ke Menteri KLHK Siti Nurbaya beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Sungai Penuh. Sayangnya laporan tersebut sampai saat ini belum ditindaklanjuti. "Kasus ini juga sudah kami laporkan ke Kejari Sungai Penuh, namun lagi-lagi belum mendapat respons," tandasnya.

Asmardi berharap kasus dugaan korupsi dan dugaan pencemaran lingkungan ini dapat diselidiki KPK. "Harapan kami satu satunya hanya KPK. Kami mohon mereka (KPK) turun tangan dan melihat langsung bagaimana kondisi disana," tambahnya.
(poe)
Berita Terkait
Obesitas Regulasi Pemberantasan...
Obesitas Regulasi Pemberantasan Korupsi di Indonesia
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Antusiasme Pelajar Bengkulu...
Antusiasme Pelajar Bengkulu Sambut Bus Komisi Pemberantasan Korupsi
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
Lantik 4 Pejabat Struktural,...
Lantik 4 Pejabat Struktural, Ketua KPK Minta Ada Terobosan Atasi Korupsi
Tangani Korupsi, KPK...
Tangani Korupsi, KPK Utamakan yang Berdampak pada Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
2 jam yang lalu
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
9 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
11 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
11 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
11 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved