BRT Koridor 2 Melintas di Perumnas, Sopir Angkot di Tangerang Protes

Minggu, 14 Oktober 2018 - 20:11 WIB
BRT Koridor 2 Melintas...
BRT Koridor 2 Melintas di Perumnas, Sopir Angkot di Tangerang Protes
A A A
TANGERANG - Pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) Koridor 2 dengan tujuan Terminal Poris Plawad-Cibodas yang masuk ke wilayah perumahan, di Perumnas diprotes para sopir angkutan kota. Karena kebijakan itu dinilai sangat kontraproduktif dan akan mematikan moda transportasi angkutan kota yang ada.

Pengurus Paguyuban Pengemudi Jasa Transportasi Kota Tangerang Saiful Basri mengatakan, pengembangan moda transportasi massal di Kota Tangerang menuai polemik dan merugikan angkot.

"Kami berharap BRT yang melintasi wilayah Perumnas di Koridor 2 dihapuskan, karena sangat mempengaruhi pemasukan sopir angkot R11 Cikokol-Perumnas, dan B02 Cimone-Karawaci," katanya, Minggu (14/10/2018).

Para sopir, sambung Saiful Basri, tidak pernah mempersoalkan BRT sebelumnya. Karena, tujuan dari BRT sendiri dinilai sejalan dengan angkot dalam memudahkan transportasi warga di dalam perkotaan.

Masalah baru muncul saat BRT Koridor 2 diluncurkan, sejak Juni 2018 lalu. Sebelum BRT Koridor 2 diaktifkan, BRT Koridor 1 tujuan Poris Plawad-Jatiuwung diluncurkan.

Bus berkapasitas 22 penumpang itu, punya segudang keunggulan yang tidak dipunyai angkot, seperti tarif flat Rp2.000 sekali naik, bangku empuk, ber-AC, dan nyaman. Pada awalnya, bus ini sepi penumpang.

Namun, lambat laun mulai banyak diminati warga. Hingga Maret 2018, sedikitnya sudah 38 ribu warga yang menumpang BRT ini. Kedepan, BRT akan ditambah 4 Koridor lagi, jika Koridor 2 ini mendulang sukses.

"Kita berharap, BRT Koridor 2 ini tidak lagi masuk wilayah perumahan itu, tetapi tetap berada di jalur protokol yang ada di lintasan Imam Bonjol hingga Palm Semi," jelasnya.

Sopian, salah seorang sopir angkota R11 mengatakan, sejak BRT Koridor 2 berjalan, pemasukannya narik angkot terjun bebas, dari ratusan ribu, jadi hanya puluhan ribu.

"Kalau sudah begitu, bagaimana saya bisa setoran, dan memberi nafkah anak dan istri saya di rumah. Untuk bayar setoran mobil harian saja tidak bisa, apalagi untuk kebutuhan anak istri di rumah," paparnya.
(ysw)
Berita Terkait
Pemkot Tangerang Pastikan...
Pemkot Tangerang Pastikan 146 Sekolah Swasta Gratis
Pemkot Tangerang Kembangkan...
Pemkot Tangerang Kembangkan Wisata Edukasi
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Minta Kemudahan Pelayanan Masyarakat Harus Jadi Budaya
Puluhan Pedagang Emas...
Puluhan Pedagang Emas Pasar Anyar Tangerang Mendaftar untuk Relokasi
Dua Hari PSBB di Kota...
Dua Hari PSBB di Kota Tangerang, Wali Kota Arief Datangi Check Point untuk Evaluasi
Pemkot Tangerang Berlakukan...
Pemkot Tangerang Berlakukan PSBB, Wali Kota Arief Ajak Masyarakat Disiplin
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
4 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
5 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
5 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
11 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
12 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
13 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved