Tiga Suporter Bola Pengeroyok Anak di Bawah Umur Dibekuk Polisi
Senin, 08 Oktober 2018 - 19:41 WIB
Tiga Suporter Bola Pengeroyok Anak di Bawah Umur Dibekuk Polisi
A
A
A
SEMARANG - Tiga oknum supoter Persis Solo ditangkap polisi karena diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap anak di bawah umur saat melintas di Semarang Jawa Tengah. Mereka juga melakukan perusakan minimarket.
Tiga tersangka yakni Mohamad Sodik (38) warga Kali larangan, GA (16) warga Pajang, dan AS (18) warga Laweyan. Mereka mengaku terpancing emosi karena bus yang ditumpangi dilempari oleh tidak orang dikenal depan Alfamart Irigasi, Mangkang.
"Saya terpancing emosi, karena bus yang kami tumpangi dilempari. Kemudian teman-teman turun balas lempar kena toko Alfamart karena banyak orang yang lari ke dalam," kata Sodik saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (8/10/2018).
Sejumlah suporter pun turun dan mengejar warga. Mereka memukuli warga yang kemudian diketahui masih di bawah umur, hingga babak belur. Akibat aksi anarki itu, kaca minimarket juga pecah akibat lemparan batu.
"Saya sempat hajar ramai-ramai, menendang orang itu, temen-temen lain juga lempar batu ke sejumlah orang lain. Tapi kami tidak melakukan penjarahan, hanya melempar dan memukul seseorang saja,” terangnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji, mengatakan, polisi langsung bergerak setelah menerima laporan perusakan dan pengeroyokan terhadap warga. Para pelaku dibekuk dan dibawa ke Mapolrestabes Semarang untuk menjalani pemeriksaan.
"Mereka ini ditangkap di tempat berbeda. Untuk GA dan AS ditangkap di Solo, sedangkan Sodik ditangkap usai kejadian di kawasan Pecinan Semarang," ujar Abioso.
Tiga tersangka yakni Mohamad Sodik (38) warga Kali larangan, GA (16) warga Pajang, dan AS (18) warga Laweyan. Mereka mengaku terpancing emosi karena bus yang ditumpangi dilempari oleh tidak orang dikenal depan Alfamart Irigasi, Mangkang.
"Saya terpancing emosi, karena bus yang kami tumpangi dilempari. Kemudian teman-teman turun balas lempar kena toko Alfamart karena banyak orang yang lari ke dalam," kata Sodik saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (8/10/2018).
Sejumlah suporter pun turun dan mengejar warga. Mereka memukuli warga yang kemudian diketahui masih di bawah umur, hingga babak belur. Akibat aksi anarki itu, kaca minimarket juga pecah akibat lemparan batu.
"Saya sempat hajar ramai-ramai, menendang orang itu, temen-temen lain juga lempar batu ke sejumlah orang lain. Tapi kami tidak melakukan penjarahan, hanya melempar dan memukul seseorang saja,” terangnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji, mengatakan, polisi langsung bergerak setelah menerima laporan perusakan dan pengeroyokan terhadap warga. Para pelaku dibekuk dan dibawa ke Mapolrestabes Semarang untuk menjalani pemeriksaan.
"Mereka ini ditangkap di tempat berbeda. Untuk GA dan AS ditangkap di Solo, sedangkan Sodik ditangkap usai kejadian di kawasan Pecinan Semarang," ujar Abioso.
(nag)