Disebut Penjarah, Wartawan Dibully Warga Palu

Senin, 01 Oktober 2018 - 21:00 WIB
Disebut Penjarah, Wartawan...
Disebut Penjarah, Wartawan Dibully Warga Palu
A A A
PALU - Banyak masyarakat Kota Palu melakukan aksi penjarahan baik di toserba juga toko toko elektroknik dan supermarket di Kota Palu. Mereka melakukan aksi tersebut lantaran kebutuhan pangan mereka sejak kejadian gempa dan tsunami.

Kejadian tersebut membuat mereka membutuhkan logistik mulai dari makanan hingga air minum. Pascakejadian tersebut muncul statement dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang membebaskan warga mengambil kebutuhannya di toko asal dicatat yang nantinya akan dibayar oleh Pemerintah daerah.

Namun faktanya yang terjadi kemudian aksi penjarahan semakin terjadi dimana - mana bukan hanya toserba atau supermaket yang memiliki stok sembako atau makanan minuman tapi merembet ke toko elektronik dan toko lainnya hingga ATM pun dibobol masyarakat.

Namun masyarakat tidak terima dengan pemberitaan beberapa media yang menyebutkan mereka melakukan aksi menjarah. Alhasil wartawan yang meliput di Palu menjadi bulan-bulanan masyarakat.

Satu tim Kompas TV mengalami kekerasan yang dilakukan warga juga cemoohan dan hardikan mereka. Hal ini juga dialami oleh Koran SINDO saat perjalanan pulang dari pemakaman massal bersama bebrapa wartawan yang menumpangi mobil pikap TNI.

Beberapa masyarakat berteriak, "Kerjanya bilang jarah aja, kita tuh butuh bukan mencuri. Kalian ini ga beres," ucap seorang warga yang mengantre sembako di Korem 132 Tadulako.

Menurut pengamatan lapangan Koran SINDO masyarakat memang masih butuh sembako air bersih juga air minum, itu nampak dari ribuan orang yang dalam dua hari ini antre berjubel di Korem untuk mengantre sembako

Kepala Penerangan Kodam XIII/Merdeka, Kolonel M Thohir juga mengakui telah terjadi aksi penjarahan yang merajalela di Palu.

"Saat ini bukan hanya menjarah makanan, tapi sudah yang lain-lain, Namun masih bisa terkendali. Memang ada beberapa wilayah yang belum tersentuh, akan kami usahakan untuk bisa masuk," ucapnya.

Dia juga mengatakan sembako logistik yang dibagikan sejak jam 10.00 Wita tadi sudah habis, dan logistik tersebut akan terus berdatangan lagi.

"Logistik didistribusikan tadi pukul 10.00 Wita sudah habis. Malam ini masuk dan masih masuk berdatangan, untuk besok mudah-mudahanan bisa mencover," jelasnya.

Menurutnya, roda ekonomi akan stabil jika asupan air, SPBU, pasar, listrik sudah kondusif. Dia juga mengklarifikasi soal keadaan bandara yang sudah stabil dan tidak ada blokade dari masyarakat.

"Sebenarnya gak ada blokade terhadap bandara. Bandara masih aman. Salah satu solusi kami menyiapkan transportasi laut untuk evakuasi," tegasnya.
(sms)
Berita Terkait
Gempa M5,0 Guncang Palu...
Gempa M5,0 Guncang Palu Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Deretan Gempa Bumi yang...
Deretan Gempa Bumi yang Paling Mematikan di Indonesia
Ziarah Empat Tahun Bencana...
Ziarah Empat Tahun Bencana Gempa Palu
Gempa Donggala, Warga...
Gempa Donggala, Warga Diimbau Mengungsi ke Dataran Tinggi
Taiwan ICDF Hadirkan...
Taiwan ICDF Hadirkan Proyek Pendukung Mata Pencaharian di Sulawesi Tengah
Bahas Penanganan Likuifaksi,...
Bahas Penanganan Likuifaksi, Aktivis Perempuan Palu Wakili Indonesia di AYIMUN 2022
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
3 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
3 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
4 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
4 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
4 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved