Pasangan Suami Istri Terjebak di Kamar 317 Hotel Roa Roa Palu

Senin, 01 Oktober 2018 - 15:57 WIB
Pasangan Suami Istri...
Pasangan Suami Istri Terjebak di Kamar 317 Hotel Roa Roa Palu
A A A
PALU - CEO Hotel Roa Roa Palu Hendri Liem menyatakan masih ada tanda kehidupan di salah satu kamar hotelnya, tepatnya di lantai 3 kamar 317. Hotel Roa-Roa merupakan salah satu bangunan yang mengalami kerusakan parah pascagempa dan tsunami di Palu, Jumat (28/9/2018).

"Pagi ini kami mendapat petunjuk ada tanda kehidupan di salah satu kamar 317 suami istri yang merupakan pegawai PLN Sulselbar," katanya di tengah evakuasi Hotel Roa Roa, Senin (1/10/2018).

Dia mengatakan tanda kehidupan itu diawali pasangan tersebut mengirimkan pesan singkat ke anaknya. Lantas anaknya mengirimkan pesan ke PLN tempat sang ayah bekerja. Pihak PLN kemudian mengirimkan pesan ke Basarnas.

"Kami lihat dan coba telusuri kami mendapat respons dengan ketukan di kamar itu. Sekarang kami fokus menyelamatkan tamu yang masih hidup," katanya.

Saat ini pasukan Basarnas, TNI dan relawan terus melakukan evakuasi di Hotel Roa Roa. Hendri mengatakan kejadian gempa yang menghancurkan hotelnya bukan hanya bergeser dari kanan ke kiri tapi goncangannya pun dahsyat dengan gerakan ke atas dan ke bawah sehingga hotel mengalami kehancuran.

"Hotel kami memiliki 50 pegawai sampai saat ini masih ada satu pegawai yang terjebak. Pada saat kejadian, tamu hotel yang reservasi ada 76 kamar, yang sudah check in 50 kamar. Dari 50 kamar tersebut setelah kejadian gempa kami mengidentifikasikan 38 orang selamat dan masih ada 26 kamar yang belum terdata atau teridentifikasi," katanya.

Menurutnya, dari 26 kamar yang belum teridentifikasi diasumsikan setiap kamar diisi dua orang. "Jadi kira-kira ada 52 orang tamu yang masih terjebak di dalam gedung ini. Setelah fokus evakuasi yang dilakukan secara manual dua hari pertama kami sempat mengevakuasi 9 orang, 2 meninggal di tempat. 6 selamat dan satu orang meninggal di RS," katanya.

Hendri Liem mengeluhkan kesulitan mencari alat berat karena mustahil melakukan evakuasi dengan alat manual. Setelah meminta bantuan ke rekan dan pemangku kepentingan di Palu. Sampai akhirnya, Minggu (30/9/2018) pukul 23.00 Wita, Hendrie mendapatkan dari relasinya yaitu dua eskavator juga dua dump truck dan kami mendapatkan bantuan 3 ambulans yang siaga.

"Hari ini pertama kali kita mulai evakuasi dengan alat berat sejak pukul 07.00 Wita. Hasil evakuasi ini ditemukan dua jenazah lagi yang dikirim ke RS Bhayangkara untuk diidentifikasi," katanya.
(amm)
Berita Terkait
Gempa M5,0 Guncang Palu...
Gempa M5,0 Guncang Palu Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Deretan Gempa Bumi yang...
Deretan Gempa Bumi yang Paling Mematikan di Indonesia
Ziarah Empat Tahun Bencana...
Ziarah Empat Tahun Bencana Gempa Palu
Gempa Donggala, Warga...
Gempa Donggala, Warga Diimbau Mengungsi ke Dataran Tinggi
Taiwan ICDF Hadirkan...
Taiwan ICDF Hadirkan Proyek Pendukung Mata Pencaharian di Sulawesi Tengah
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Donggala Sulawesi Tengah
Berita Terkini
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
3 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
3 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
4 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
4 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
4 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved