Akhir Tahun, 95% Warga Bogor Ditargetkan Tercover BPJS Kesehatan

Rabu, 26 September 2018 - 01:42 WIB
Akhir Tahun, 95% Warga...
Akhir Tahun, 95% Warga Bogor Ditargetkan Tercover BPJS Kesehatan
A A A
JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Bogor dua bulan ke depan menargetkan 95% warganya sudah tercover program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC) atau Cakupan Semesta.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan dalam instruksi Presiden yang meminta Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia harus sudah menjamin seluruh penduduknya dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) paling lambat pada 1 Desember 2018 mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, berdasarkan perhitungan data sudah mencapai 92,27% penduduk Kota Bogor tercover BPJS Kesehatan.

"Hanya tinggal 2,73% lagi yang harus didorong, sehingga target mencapai UHC 95%, dapat terealisasi," ujarnya di Bogor, Selasa 25 September 2018.

Lebih lanjut, Ade mengatakan, UHC ini merupakan sebuah program nasional yang tentu harus juga dicapai Pemkot. Mengingat harus pula dipahami urusan kesehatan menjadi salah satu kebutuhan dasar setiap orang yang memang harus dijamin pemerintah melalui JKN.

Maka dari itu, Pemkot Bogor melalui Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil bersama BPJS Kesehatan akan bersinergi memvalidasi data warga yang belum tercover.

"Dari segi anggaran tidak ada masalah sudah teranggarkan di Dinkes, yang terpenting data terverifikasi dengan jelas," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bogor Yerri Gurson Rumawak mengatakan, ada sekitar 28 ribu jiwa yang menjadi target tercapainya UHC 95%. Pihaknya terus melakukan proses validasi data warga yang memang benar-benar layak menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai APBD Kota Bogor.

"Selain memvalidasi data warga yang tidak mampu, BPJS Kesehatan juga terus mendorong peserta mandiri ataupun Pegawai Penerima Upah yang belum terdaftar JKN untuk segera mendaftar," terangnya.

Ia bagaimanapun menurutnya program ini merupakan bentuk hadirnya negara dalam menjamin kesehatan warganya.

"Harapan kami program JKN sampai ke seluruh warga Kota Bogor dan bersama Pemkot memberikan jaminan perlindungan biaya warga yang tidak mampu dengan PBI APDB," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
DPRD Kota Bogor Berkomitmen...
DPRD Kota Bogor Berkomitmen Layanan Kesehatan Masyarakat Lebih Prima
Camat Bekasi Selatan:...
Camat Bekasi Selatan: ICHC Berikan Layanan Kesehatan Terbaik untuk Masyarakat
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Pemkot Surabaya Wujudkan Pemerataan Akses Layanan Kesehatan
UU Omnibus Kesehatan:...
UU Omnibus Kesehatan: Terdiagnosa Cacat Kongenital
Sisi Buram Pelayanan...
Sisi Buram Pelayanan Kesehatan Masyarakat Tanpa Mandatory Spending
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Peduli Kesehatan Masyarakat Suku Baduy
Berita Terkini
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
3 jam yang lalu
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
4 jam yang lalu
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
4 jam yang lalu
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
4 jam yang lalu
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
4 jam yang lalu
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
5 jam yang lalu
Infografis
Tunjangan Beasiswa LPDP...
Tunjangan Beasiswa LPDP Dalam Negeri Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved