Belasan Anggota Geng Blosom dan Kampung Bahagia Dibekuk
Jum'at, 21 September 2018 - 22:19 WIB
Belasan Anggota Geng Blosom dan Kampung Bahagia Dibekuk
A
A
A
JAKARTA - Belasan remaja yang menamakan dirinya dari Geng Blosom dan Kampung Bahagia, diamankan petugas Polsek Ciledug, Polresto Tangerang.
Sedikitnya, ada 14 remaja yang diamankan. Mereka ditangkap, karena menyerang petugas kepolisian dari sektor Ciledug dan membakar satu motor polisi, serta merusak kaca mobil dinas milik Polsek Ciledug.
Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, peristiwa itu terjadi usai laga bola antara Persikota melawan Bhayangkara FC, di Stadion PTIK, Jakarta, pada 7 September 2018 lalu.
"Bermula dari 10 personel Polsek Ciledug tengah mengawal suporter Persikota yang habis nonton pertandingan," kata Harry kepada KORAN SINDO, Jumat (21/9/2018).
Saat para suporter Persikota tiba di Jalan Hos Cokroaminoto, Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan, tiba-tiba saja sekelompok warga yang sudah menunggu menyerang iringan suporter Persikota.
"Mereka melempari batu, bambu, dan botol ke arah suporter Persikota. Akhirnya, petugas mengevakuasi para suporter itu ke kantor Kelurahan Cipadu yang berada dekat lokasi bentrokan itu," sambung Harry.
Dari Kelurahan Cipadu itu, para suporter ini dievakuasi lewat Jalan Raya Ciledug kembali ke rumah masing-masing. Namun, di sana sudah menunggu para gangster.
"Tetapi di sana sudah menunggu puluhan Geng Blosom dan Kampung Bahagia. Mereka lalu menyerang para suporter yang sedang dievakuasi. Petugas pun berusaha membubarkan gangster itu," jelasnya.
Bukannya kabur, puluhan gengster dari Geng Blosom dan Kampung Bahagia malah mengamuk dan balik menyerang anggota polisi dengan memakai batu dan sajam.
"Beruntung tidak ada petugas yang terkena lemparan batu, kayu, botol dan bambu. Tetapi mereka bertindak lebih jauh dengan membakar satu unit motor dinas merk Kawasaki KLx Dit Sabhara PMJ," paparnya.
Tidak hanya itu, puluhan remaja ini juga melakukan perusakan terhadap mobil dinas petugas. Kaca mobil pecah terkena batu, dan sejumlah bagian bodi mobil penyok.
"Setelah berlangsung beberapa lama, akhirnya serangan kelompok Geng Blosom dan Kampung Bahagia tersebut bisa dibubarkan dan suporter Persikota pun bisa pulang dengan selamat," sambungnya.
Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Deddy Supriadi menambahkan, pada esoknya petugas gabungan dari Polresto Tangerang dan Polda Metro Jaya langsung melakukan penangkapan pelaku.
"Satu persatu pelaku berhasil diamankan. Dalam pengakuannya, para pelaku mengaku menenggak minuman keras terlebih dulu sebelum melancarkan aksinya," jelasnya.
Selain itu, mereka juga janjian melalui media sosial WhatsApp (WA) dan Facebook untuk melakukan penyerangan terhadap suporter Persikota di Jalan Raya Ciledug.
"Serangan ini terencana. Mereka janjian melalui grup WhatsApp dan Facebook. Ada 14 tersangka. Mereka terancam pidana 7 tahun penjara, karena mengeroyok dan melawan petugas kepolisian," pungkasnya.
Sedikitnya, ada 14 remaja yang diamankan. Mereka ditangkap, karena menyerang petugas kepolisian dari sektor Ciledug dan membakar satu motor polisi, serta merusak kaca mobil dinas milik Polsek Ciledug.
Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, peristiwa itu terjadi usai laga bola antara Persikota melawan Bhayangkara FC, di Stadion PTIK, Jakarta, pada 7 September 2018 lalu.
"Bermula dari 10 personel Polsek Ciledug tengah mengawal suporter Persikota yang habis nonton pertandingan," kata Harry kepada KORAN SINDO, Jumat (21/9/2018).
Saat para suporter Persikota tiba di Jalan Hos Cokroaminoto, Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan, tiba-tiba saja sekelompok warga yang sudah menunggu menyerang iringan suporter Persikota.
"Mereka melempari batu, bambu, dan botol ke arah suporter Persikota. Akhirnya, petugas mengevakuasi para suporter itu ke kantor Kelurahan Cipadu yang berada dekat lokasi bentrokan itu," sambung Harry.
Dari Kelurahan Cipadu itu, para suporter ini dievakuasi lewat Jalan Raya Ciledug kembali ke rumah masing-masing. Namun, di sana sudah menunggu para gangster.
"Tetapi di sana sudah menunggu puluhan Geng Blosom dan Kampung Bahagia. Mereka lalu menyerang para suporter yang sedang dievakuasi. Petugas pun berusaha membubarkan gangster itu," jelasnya.
Bukannya kabur, puluhan gengster dari Geng Blosom dan Kampung Bahagia malah mengamuk dan balik menyerang anggota polisi dengan memakai batu dan sajam.
"Beruntung tidak ada petugas yang terkena lemparan batu, kayu, botol dan bambu. Tetapi mereka bertindak lebih jauh dengan membakar satu unit motor dinas merk Kawasaki KLx Dit Sabhara PMJ," paparnya.
Tidak hanya itu, puluhan remaja ini juga melakukan perusakan terhadap mobil dinas petugas. Kaca mobil pecah terkena batu, dan sejumlah bagian bodi mobil penyok.
"Setelah berlangsung beberapa lama, akhirnya serangan kelompok Geng Blosom dan Kampung Bahagia tersebut bisa dibubarkan dan suporter Persikota pun bisa pulang dengan selamat," sambungnya.
Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Deddy Supriadi menambahkan, pada esoknya petugas gabungan dari Polresto Tangerang dan Polda Metro Jaya langsung melakukan penangkapan pelaku.
"Satu persatu pelaku berhasil diamankan. Dalam pengakuannya, para pelaku mengaku menenggak minuman keras terlebih dulu sebelum melancarkan aksinya," jelasnya.
Selain itu, mereka juga janjian melalui media sosial WhatsApp (WA) dan Facebook untuk melakukan penyerangan terhadap suporter Persikota di Jalan Raya Ciledug.
"Serangan ini terencana. Mereka janjian melalui grup WhatsApp dan Facebook. Ada 14 tersangka. Mereka terancam pidana 7 tahun penjara, karena mengeroyok dan melawan petugas kepolisian," pungkasnya.
(mhd)