Pengamat: LRT Jakarta Sudah Nyaman, tapi Kurang Terintegrasi
Kamis, 13 September 2018 - 09:10 WIB
Pengamat: LRT Jakarta Sudah Nyaman, tapi Kurang Terintegrasi
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau sekaligus menguji coba kereta api ringan atay Light Rail Transit (LRT) di Stasiun Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (12/9/2018) kemarin. Anies mencoba LRT dari Stasiun Velodrome menuju Stasiun Boulevard Utara, Kelapa Gading.
Menanggapi uji coba LRT tersebut, pengamat transportasi dari Institut Studi Transportasi, Darmaningtyas, angkat bicara. Menurut dia, LRT yang ada saat ini cukup nyaman dan aman untuk digunakan sebagai transportasi massal.
"Inikan baru satu-satunya LRT di Jakarta. Dari segi kenyamanan, cukup nyaman," kata Darmaningtyas. (Baca juga: Uji Coba LRT, Anies Harap Proses Konstruksi Selesai Tepat Waktu)
Meskipun nyaman dan cukup aman, namun Stasiun LRT Velodrome Rawamangun masih kurang terintegrasi dengan moda transportasi lain.
"Harus lebih terintegrasi antarmoda. Contohnya ini mau naik angkot atau ojek harus dari badan jalan. Jadi kan mengganggu," katanya.
Di trotoar depan tangga masuk Stasiun Velodrome memang bisa dimanfaatkan untuk tempat naik turun atau berganti moda transportasi.
"Kurang ada cekungan. Kalau ada di situ cekungan kan jadi mudah, ya bisa jadi tempat drop off. Atau ini bisa sekalian dijadikan halte Transjakarta, jadi bisa total (integrasinya)," ucapnya.
Ia juga berharap agar pembangunan konstruksi LRT segera diselesaikan. Hal itu supaya warga Jakarta bisa menikmati transportasi umum bebas macet itu.
"Harapannya segera diselesaikan pembangunan konstruksinya dan lain-lain agar bisa digunakan," pungkasnya.
Menanggapi uji coba LRT tersebut, pengamat transportasi dari Institut Studi Transportasi, Darmaningtyas, angkat bicara. Menurut dia, LRT yang ada saat ini cukup nyaman dan aman untuk digunakan sebagai transportasi massal.
"Inikan baru satu-satunya LRT di Jakarta. Dari segi kenyamanan, cukup nyaman," kata Darmaningtyas. (Baca juga: Uji Coba LRT, Anies Harap Proses Konstruksi Selesai Tepat Waktu)
Meskipun nyaman dan cukup aman, namun Stasiun LRT Velodrome Rawamangun masih kurang terintegrasi dengan moda transportasi lain.
"Harus lebih terintegrasi antarmoda. Contohnya ini mau naik angkot atau ojek harus dari badan jalan. Jadi kan mengganggu," katanya.
Di trotoar depan tangga masuk Stasiun Velodrome memang bisa dimanfaatkan untuk tempat naik turun atau berganti moda transportasi.
"Kurang ada cekungan. Kalau ada di situ cekungan kan jadi mudah, ya bisa jadi tempat drop off. Atau ini bisa sekalian dijadikan halte Transjakarta, jadi bisa total (integrasinya)," ucapnya.
Ia juga berharap agar pembangunan konstruksi LRT segera diselesaikan. Hal itu supaya warga Jakarta bisa menikmati transportasi umum bebas macet itu.
"Harapannya segera diselesaikan pembangunan konstruksinya dan lain-lain agar bisa digunakan," pungkasnya.
(thm)