Dishub DKI Awasi Langsung Uji Coba Operasional LRT Jakarta
Kamis, 06 September 2018 - 23:09 WIB
Dishub DKI Awasi Langsung Uji Coba Operasional LRT Jakarta
A
A
A
JAKARTA - Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengawasi uji operasi LRT Jakarta yang berlangsung hingga 14 September 2018 mendatang. Setelah uji operasi Dishub akan menentukan apakah LRT (Light Rail Transit) layak untuk dioperasikan.
“Jadi nanti di cek. Apa evaluasinya, sekarang masih kita pantau sampai selesai,” kata Kadishub DKI Jakarta, Andri Yansyah saat dihubungi, Kamis (6/9/2018) siang.
Andri enggan menjabarkan catatan dalam uji operasi yang kini tengah berlangsung. Namun menurutnya uji menjadi acuan kinerja LRT kedepan. “Setelah itu baru nanti suratnya turun,” tegas Andry.
Andry menjelaskan, dasar dilakukan uji coba sendiri berdasarkan empat surat, pertama, surat Rekomendasi Teknis Dirjen Perkeretaapian Kemenhub RI tentang Rekomendasi Keselamatan untuk Pelaksanaan Uji Operasi LRT Jakarta yang keluar tanggal 28 Agustus 2018 lalu.
Kedua, surat Rekomendasi Teknis Dirjen Perkeretaapian Kemenhub RI tentang Rekomendasi Teknis dalam Rangka Uji Coba Pengoperasian Prasarana Perkeretaapian Fasilitas Operasi Kereta Api Ringan atau LRT Jakarta antara Stasiun Velodrome – Stasiun Kelapa Gading Mall yang keluar tanggal 21 Agustus 2018.
Ketiga, surat Rekomendasi Teknis Dirjen Perkeretaapian Kemenhub RI tentang Rekomendasi Teknis Prasarana Perkeretaapian Jalur Ganda Layang (elevated) dan Bangunan Kereta Api Ringan / Light Rail Transit (LRT) Jakarta antara Stasiun Velodrome – Stasiun Kelapa Gading Mall yang keluar tanggal 21 Agustus 2018. “Serta delapan Sertifikat Uji Pertama Kemenhub RI,” ucap Andry.
Hingga kini, LRT masih dalam tahap uji operasi di fase 1, Veledrome - Kelapa Gading. Uji tersebut melibatkan sejumlah pihak, mulai dari instansi, media, hingga warga sekitar. Dalam uji coba itu, LRT meneggunakan empat gerbong dalam satu rangkaian. Setiap rangkaian itu bisa memuat 250 orang.
Dalam ujicoba yang berlangsung dari Veledrome itu. Petugas melakukan ujicoba terhadap kondisi ketahanan rel, stasiun, hingga kenyamanan penumpang. Sejumlah warga di sekitar Kelapa Gading-Velodrome yang mendapatkan dampak pembangunan selama dua tahun diajak uji coba.
Direktur Utama PT LRT Jakarta, Allan Tandiono mengatakan bahwa ujicoba ini dilakukan setelah Dinas Perhubungan resmi menerbitkan surat prinsip. Dalam surat itu, Dishub mempersilahkan PT LRT melakukan ujicoba mulai tanggal 4 September 2018 lalu.
“Kami diberikan ketentuan-ketentuan terkait uji operasi terbatas, total 22 poin dan 10 sub poin khusus yang mengatur SOP (Standard Operation Procedure),” papar Allan.
Dalam ujicoba itu, Alan menjelaskan uji operasi terbatas dimulai antara pukul 14.00 - 17.00 WIB per hari, lintas uji operasi terbatas dilakukan sepanjang 4 km dari Stasiun Boulevard Utara ke Stasiun Velodrome dan sebaliknya.
Dalam uji coba ini, LRT berjalan dengan kecepatan maksimum 40 kilometer per jam. Kelengkapan marka kilometer tengah dipasang sepanjang lintasan.
“Jadwal pemberangkatan setiap 20 menit. Izin sarana beroperasi hanya untuk satu sarana pada satu petak atau blok,” ucapnya.
Dalam ujicoba itu, Allan menegaskan acuannya berdasarkan Pergub 154 tahun 2017 pasal 12 ayat 1 yang menyebutkan bahwa PT Jakarta Propertindo harus melaksanakan uji coba pengoperasian prasarana LRT Jakarta.
Merujuk dari surat itu dan pasal maka PT Jakpro, lanjut Allan dibebankan untuk melaksanakan ujicoba hingga 20 September 2018.
“Namun berdasarkan pertimbangan dengan para mitra kerja, uji coba operasi akan diakhiri pada tanggal 14 September 2018,” ucapnya.
Manager Coorporate Secretary PT Jakpro, Hani Sumarno menjelaskan evaluasi yang dibahas dalam ujicoba ini difokuskan untuk penyelesaian pekerjaan bersama para kontraktor.
“Semua pekerjaan konstruksi di setiap stasiun layang LRT Jakarta dan proses administrasi diharapkan tuntas akhir tahun 2018,” tutupnya.
“Jadi nanti di cek. Apa evaluasinya, sekarang masih kita pantau sampai selesai,” kata Kadishub DKI Jakarta, Andri Yansyah saat dihubungi, Kamis (6/9/2018) siang.
Andri enggan menjabarkan catatan dalam uji operasi yang kini tengah berlangsung. Namun menurutnya uji menjadi acuan kinerja LRT kedepan. “Setelah itu baru nanti suratnya turun,” tegas Andry.
Andry menjelaskan, dasar dilakukan uji coba sendiri berdasarkan empat surat, pertama, surat Rekomendasi Teknis Dirjen Perkeretaapian Kemenhub RI tentang Rekomendasi Keselamatan untuk Pelaksanaan Uji Operasi LRT Jakarta yang keluar tanggal 28 Agustus 2018 lalu.
Kedua, surat Rekomendasi Teknis Dirjen Perkeretaapian Kemenhub RI tentang Rekomendasi Teknis dalam Rangka Uji Coba Pengoperasian Prasarana Perkeretaapian Fasilitas Operasi Kereta Api Ringan atau LRT Jakarta antara Stasiun Velodrome – Stasiun Kelapa Gading Mall yang keluar tanggal 21 Agustus 2018.
Ketiga, surat Rekomendasi Teknis Dirjen Perkeretaapian Kemenhub RI tentang Rekomendasi Teknis Prasarana Perkeretaapian Jalur Ganda Layang (elevated) dan Bangunan Kereta Api Ringan / Light Rail Transit (LRT) Jakarta antara Stasiun Velodrome – Stasiun Kelapa Gading Mall yang keluar tanggal 21 Agustus 2018. “Serta delapan Sertifikat Uji Pertama Kemenhub RI,” ucap Andry.
Hingga kini, LRT masih dalam tahap uji operasi di fase 1, Veledrome - Kelapa Gading. Uji tersebut melibatkan sejumlah pihak, mulai dari instansi, media, hingga warga sekitar. Dalam uji coba itu, LRT meneggunakan empat gerbong dalam satu rangkaian. Setiap rangkaian itu bisa memuat 250 orang.
Dalam ujicoba yang berlangsung dari Veledrome itu. Petugas melakukan ujicoba terhadap kondisi ketahanan rel, stasiun, hingga kenyamanan penumpang. Sejumlah warga di sekitar Kelapa Gading-Velodrome yang mendapatkan dampak pembangunan selama dua tahun diajak uji coba.
Direktur Utama PT LRT Jakarta, Allan Tandiono mengatakan bahwa ujicoba ini dilakukan setelah Dinas Perhubungan resmi menerbitkan surat prinsip. Dalam surat itu, Dishub mempersilahkan PT LRT melakukan ujicoba mulai tanggal 4 September 2018 lalu.
“Kami diberikan ketentuan-ketentuan terkait uji operasi terbatas, total 22 poin dan 10 sub poin khusus yang mengatur SOP (Standard Operation Procedure),” papar Allan.
Dalam ujicoba itu, Alan menjelaskan uji operasi terbatas dimulai antara pukul 14.00 - 17.00 WIB per hari, lintas uji operasi terbatas dilakukan sepanjang 4 km dari Stasiun Boulevard Utara ke Stasiun Velodrome dan sebaliknya.
Dalam uji coba ini, LRT berjalan dengan kecepatan maksimum 40 kilometer per jam. Kelengkapan marka kilometer tengah dipasang sepanjang lintasan.
“Jadwal pemberangkatan setiap 20 menit. Izin sarana beroperasi hanya untuk satu sarana pada satu petak atau blok,” ucapnya.
Dalam ujicoba itu, Allan menegaskan acuannya berdasarkan Pergub 154 tahun 2017 pasal 12 ayat 1 yang menyebutkan bahwa PT Jakarta Propertindo harus melaksanakan uji coba pengoperasian prasarana LRT Jakarta.
Merujuk dari surat itu dan pasal maka PT Jakpro, lanjut Allan dibebankan untuk melaksanakan ujicoba hingga 20 September 2018.
“Namun berdasarkan pertimbangan dengan para mitra kerja, uji coba operasi akan diakhiri pada tanggal 14 September 2018,” ucapnya.
Manager Coorporate Secretary PT Jakpro, Hani Sumarno menjelaskan evaluasi yang dibahas dalam ujicoba ini difokuskan untuk penyelesaian pekerjaan bersama para kontraktor.
“Semua pekerjaan konstruksi di setiap stasiun layang LRT Jakarta dan proses administrasi diharapkan tuntas akhir tahun 2018,” tutupnya.
(ysw)