Pengamat Sebut PKS Buruk Komunikasi Soal Pengganti Sandiaga

Selasa, 04 September 2018 - 03:02 WIB
Pengamat Sebut PKS Buruk...
Pengamat Sebut PKS Buruk Komunikasi Soal Pengganti Sandiaga
A A A
JAKARTA - Pengamat Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, untuk urusan pencalonan pengganti Sandiaga Uno Partai Keadilan Sejahtera dinilai buruk.
“PKS juga ngak bagus komunikasinya. Wajar dikebulin Gerindra. PKS sekarang sedang sakarat pelobi ulung. Bagaimana ceritanya PKS ngak mampu memunculkan rekomendasi 1 nama yang bakal menjadi wagub dari kader PKS,” kata Pangi saat dihubungi SINDOnews, Senin (3/8/2018).

Dia menambahkan, akhir-akhir ini memang terlihat PKS tidak piawai dan mahir dalam melakukan lobi tingkat tinggi atau menaikkan bergaining position. Ada problem serius yang sedang dihadapi di internal partai sendiri

“Gerindra itu mesti ngaca. Jangan rakus dengan kekuasaan. PKS sudah terlalu sangat baik sama Gerindra. Itu soal figur ditentukan internal PKS. Kalau ujung ceritanya nanti masih Gerindra Wagub DKI lebih baik kader grassroot PKS ngak usah all out habis-habisan memenangkan Gerindra, ngak ada gunanya, lebih baik tidur saja ngak usah bergerak. Kader PKS itu juga bisa marah,” lanjutnya.

“Karena PKS sudah banyak mengalah. Pilpres sekarang mengalah, Pilkada DKI mengalah, Pilkada Jabar mengalah, pilpres 2014 mengalah. Namun sekarang yang menentukan adalah bukan lagi wewenang gubernur siapa wakilnya namun ditentukan DPRD dan parpol koalisi serta gabungan parpol koalisi,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Pangi mengingatkan namanya koalisi atau sekutu tak boleh menang sendiri, maunya sesuka hati. Harus berbagi dan power sharing dengan sekutu. Dia pun heran apakah sudah tidak ada lagi kader PKS yang punya prestasi dan jam terbang bagus di DKI Jakarta.

“Cagub PKS : yang punya kemampuan birokrasi, paham pemerintah daerah dan keuangan daerah, memahami good governance, bersih tidak ada masalah korupsi dan hukum. PKS dan Gerindra harus rembuk atau melakukan konsensus. Ini waktu yang pas dan tepat bagi Gerindra mengambil empati dan menunjukan ke PKS bahwa Gerindra adalah partai yang punya etika dan ngerti nuansa kebatinan parpol sekutunya,” katanya.

“Kalau kali ini lepas lagi wagub dari kader PKS maka luka dan kecewa kader PKS akar rumput makin dalam dan ini jelas akan mempengaruhi loyalitas PKS memenangkan Prabowo-Sandi pada pilpres 2019,” tutupnya.
(wib)
Berita Terkait
Mengungkap Polarisasi...
Mengungkap Polarisasi (di Jakarta)
DPC PDIP Jaktim Minta...
DPC PDIP Jaktim Minta Amien Rais Hentikan Menghujat Kepemimpinan Jokowi
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Polusi Udara Jakarta...
Polusi Udara Jakarta Sebaiknya Tak Dijadikan Komoditas Politik
Lobi Politik untuk Pilkada...
Lobi Politik untuk Pilkada Jakarta, PDIP Bentuk Tim
Pelatih Persija Jakarta...
Pelatih Persija Jakarta Prihatin Situasi Politik Tanah Air
Berita Terkini
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
9 jam yang lalu
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
9 jam yang lalu
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
10 jam yang lalu
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
10 jam yang lalu
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
12 jam yang lalu
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
12 jam yang lalu
Infografis
7 Nama Sangat Diperhitungkan...
7 Nama Sangat Diperhitungkan Jadi KSAD Pengganti Maruli Simanjuntak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved