Terlibat OTT, Ketua dan Wakil Ketua PN Medan Dimutasi ke MA

Sabtu, 01 September 2018 - 02:39 WIB
Terlibat OTT, Ketua...
Terlibat OTT, Ketua dan Wakil Ketua PN Medan Dimutasi ke MA
A A A
MEDAN - Mahkamah Agung (MA) RI dikabarkan membatalkan promosi jabatan kepada Marsuddin Nainggolan dan Wahyu Prasetyo Wibowo yang sebelumnya direncanakan pada 5 September mendatang digelar serahterima jabatan.

Diketahui, Ketua PN Medan Marsuddin Nainggolan sebelum peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Pengadilan Negeri (PN) Medan telah dipromosikan menjadi Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Denpasar. Begitu juga dengan Wakil Ketua PN Medan Wahyu Prasetyo Wibowo.

Pria berkacamata ini juga dipromosikan menjabat sebagai Ketua PN Serang, Banten. Sedangkan hakim Sontan Merauke Sinaga tetap di PN Medan. Ketiganya dikabarkan ditarik ke pusat. "Kabar terbaru yang saya ketahui seperti itu. Mereka dimutasi ke pusat. Ke Kantor MA. Sebentar lagi SK-nya turun," terang Humas PN Medan, Djamaluddin, Jumat (31/8/2018).

Djamaluddin membenarkan sebelumnya Marsuddin dan Wahyu direncanakan akan menggelar serahterima jabatan pada 5 September mendatang.

Namun, sesaat setelah adanya musyawarah pimpinan MA di Jakarta, kebijakan baru terhadap posisi ketiga hakim pasca peristiwa OTT KPK dalam kasus dugaan suap yang melibatkan Hakim Adhoc Pengadilan Tipikor Medan Merry Purba, Panitera pengganti PN Medam Helfandi dan konglongmerat Tamin Sukardi terungkap, MA langsung bermusyawarah. "Saya juga baru dapat kabar. Bukan ditarik ya bahasanya, tapi dimutasi," jelasnya.

Ditanya apakah promosi terhadap kedua hakim tersebut dibatalkan MA, Djamaluddin hanya mengatakan SK mutasi ketiga hakim tersebut dinyatakan untuk penempatan dinas di MA. "Setahu saya ke Gedung MA. Surat Keputusannya seperti itu yang saya dengar. Bukan ke seperti yang dijadwalkan sebelumnya (promosi sesuai jadwal sertijab pada 5 September 2018). Hakim Sontan Merauke juga dimutasi ke MA," ungkapnya.

Hasil pemeriksaan Badan Pengawas (Bawas) MA di PN Medan, dikatakan Djamaluddin, pemeriksaan sudah selesai namun hasilnya belum diketahui. "Pemeriksaan sudah siap semalam. Hasilnya kita tidak tahu. Mekanismenya, tim Bawas MA akan mengkaji dan memutuskan hasil investigasi, lalu hasilnya akan diberitahu ke masing-masing Hakim. Juga akan dipublikasikan di Website MA," pungkasnya.

Sebelumnya, Merry Purba dan Helpandi ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK melakukan OTT terhadap 8 orang di PN Medan. Dalam OTT itu, KPK mengamankan empat orang hakim, dua panitera.
(pur)
Berita Terkait
Breaking News: OTT Lagi,...
Breaking News: OTT Lagi, KPK Tangkap Pejabat Pengadilan di Surabaya
KPK Tangkap Tangan Panitera...
KPK Tangkap Tangan Panitera di Surabaya Diduga Terkait Suap Pengurusan Perkara
Gubernur Sulsel Nurdin...
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Ditangkap KPK
Ditangkap KPK, Suasana...
Ditangkap KPK, Suasana Rumah Dinas Gubernur Sulsel Sepi
Total 3 Orang Ditangkap...
Total 3 Orang Ditangkap KPK dari OTT di Surabaya
OTT KPK Tangkap Hakim...
OTT KPK Tangkap Hakim PN Surabaya
Berita Terkini
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
8 menit yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
11 menit yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
1 jam yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
1 jam yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
2 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
10 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved