Bantu Penanganan Kependudukan, Jabar Alokasikan Rp27 Miliar bagi BKKBN

Rabu, 29 Agustus 2018 - 09:26 WIB
Bantu Penanganan Kependudukan,...
Bantu Penanganan Kependudukan, Jabar Alokasikan Rp27 Miliar bagi BKKBN
A A A
BANDUNG - Pemprov Jawa Barat akan menjadikan desa sebagai basis penuntasan persoalan-persoalan kependudukan dengan mengalokasikan anggaran hingga Rp27 miliar. Hal tersebut terungkap dalam Seminar Hari Kependudukan Dunia yang digelar BKKBN Jabar di Hotel Grand Tjokro, Jalan Cihampelas Kota Bandung, Selasa 28 Agustus 2018.

Upaya tersebut akan diwujudkan lewat penguatan peran Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) serta memperluas implementasi program KB. Saat ini, tingkat fertilitas (angka kelahiran) di Jabar berada di angka 2,4 atau turun dibandingkan 2016 lalu yang berada di angka 2,6.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa meminta pemerintah desa mengalokasikan anggarannya, agar desa sebagai basis penuntasan kependudukan benar-benar terwujud. Anggaran tersebut digunakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat desa, khususnya terkait pengendalian penduduk, kesehatan ibu dan anak, hingga peningkatan ekonomi masyarakatnya.

"Kita akan mendorong supaya 5.635 desa di Jabar ikut membantu program KB. Apalagi, bantuan keuangan bagi desa, baik dari provinsi maupun pusan kini meningkat," ujar Iwa dalam keterangan resminya, Rabu (29/8/2018).

Iwa menyebutkan, dari seluruh desa di Jabar, baru sekitar 15% saja yang sudah mengalokasikan anggarannya untuk kependudukan. Karena itu, kata Iwa, Pemprov Jabar akan terus membantu BKKBN meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat desa.

BKKBN, kata Iwa, akan menyeleksi 2.000 masyarakat atau tokoh masyarakat desa menjadi penyuluh KB dan penyuluh Program Keluarha Harapan (PKH) dengan dukungan anggaran dari Pemprov Jabar sebesar Rp27 miliar. "Ini salah satu bentuk konkret dalam membantu penyelesaian sebagian permasalahan yang indikatornya fertilitasnya masih tinggi. Sekarang alhamdulillah (fertilitasnya) sudah 2,4," tandasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Sukaryo Teguh Santoso. Dia mengakui, diperlukan peran serta para tokoh atau ulama dalam penanganan persoalan kependudukan di Jabar. Peran mereka dinilainya efektif, salah satunya untuk mencegah terjadinya pernikahan di bawah umur.

"Makanya perlu peran serta para tokoh atau ulama yang dirasa efektif untuk mencegah terjadi pernikahan di bawah umur. Para tokoh ini diharapkan bisa memberikan pemahaman," katanya.
(wib)
Berita Terkait
Mulai Diterapkan, Pemdaprov...
Mulai Diterapkan, Pemdaprov Jabar Aktivasi Identitas Kependudukan Seluruh Pegawai
PLN dan Pemprov Sulsel...
PLN dan Pemprov Sulsel Sosialisasi Sadar Administrasi Kependudukan
PKK Sulsel Pelopor Keluarga...
PKK Sulsel Pelopor Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan
Dokumen Kependudukan...
Dokumen Kependudukan Rusak Diterjang Banjir, Pemprov DKI Buka Layanan Perbaikan
Pemprov DKI Nonaktifkan...
Pemprov DKI Nonaktifkan NIK Warga Domisili di Luar Jakarta Mulai Maret 2024
Jawab Tantangan Era...
Jawab Tantangan Era Digital, Kapabilitas Humas Pemerintahan di Jabar Ditingkatkan
Berita Terkini
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
25 menit yang lalu
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
27 menit yang lalu
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
27 menit yang lalu
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
50 menit yang lalu
Bogor Kian Gemilang!...
Bogor Kian Gemilang! Pemkab Bogor Sukses Pertahankan Opini WTP dari BPK RI
2 jam yang lalu
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved