Terus Erupsi, Nelayan Diimbau Tak Dekati Gunung Anak Krakatau

Selasa, 21 Agustus 2018 - 09:21 WIB
Terus Erupsi, Nelayan...
Terus Erupsi, Nelayan Diimbau Tak Dekati Gunung Anak Krakatau
A A A
KALIANDA - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda Provinsi Lampung masih terus berlangsung. Gunung yang terletak di Selat Sunda antara Provinsi Banten dan Lampung terus erupsi. Terakhir pada Senin kemarin terpantau sejak pukul 15.05 hingga 15.37 WIB bahkan hingga menjelang malam.

Kanit Basarnas Provinsi Lampung Pos Bakauheni Rahmat Afrizal mengatakan, berdasarkan pantauan dari radius 3 kilometer tinggi letusan bervariasi dari 100 meter hingga 500 meter dengan interval waktu sekitar 15 menit hingga 30 menit. Suara dentuman cukup keras bahkan menyertai ketika letusan terjadi dengan arah material letusan mengarah ke barat.

“Asap tebal berwarna hitam membubung ke angkasa disertai guguran material panas berasap terlihat menyebar dari puncak kawah turun area Gunung Anak Krakatau. Namun sejumlah nelayan tradisional asal wilayah pesisir Kalianda dan Rajabasa Lampung Selatan terlihat masih nekat melakukan aktivitas menangkap ikan di dekat Pulau Panjang, Pulau Sertung dan Pulau Rakata Besar yang berada tak jauh dari Gunung Anak Krakatau,” kata Rahmat Afrizal.

Dua nelayan asal Kalianda yang ditemui di sekitar GAK mengaku nekat mencari ikan meski tahu ada imbauan dari instansi terkait agar tidak mendekati kawasan tersebut.

Kantor Basarnas Provinsi Lampung Pos Bakauheni telah berkoordinasi dengan Petugas Pos Pengamatan GAK yang ada di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang mengetahui status terkini gunung api di Selat Sunda hari ini mengimbau nelayan agar tidak mendekat ke GAK.

Imbauan dikeluarkan kepada nelayan untuk mengantisipasi letusan lebih besar yang berpotensi mengeluarkan material vulkanik berupa pasir batu apung, debu dan awan panas yang bisa membahayakan.

“Dikhawatirkan jika nelayan melakukan aktivitas di dekat GAK dengan peralatan tradisional akan sulit menjauhi lokasi saat letusan besar terjadi,” ungkapnya.
(sms)
Berita Terkait
5 Dampak Letusan Gunung...
5 Dampak Letusan Gunung Krakatau di Tahun 1883, Dunia Sampai Dikira Sudah Kiamat
Suara Letusan Gunung...
Suara Letusan Gunung Krakatau Begitu Keras, Mampu Pecahkan Gendang Telinga
Gunung Anak Krakatau...
Gunung Anak Krakatau 9 Kali Luncurkan Awan Panas, Sinar Pijar Terlihat di Malam Hari
Gunung Anak Krakatau...
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Semburan Abu Capai 2.000 Meter
Gunung Anak Krakatau...
Gunung Anak Krakatau Waspada, PVMBG Imbau Warga Menjauh dalam Radius 2 Km
Gunung Anak Krakatau...
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.157 Meter
Berita Terkini
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
2 menit yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
25 menit yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
35 menit yang lalu
DPRD Kota Tangerang...
DPRD Kota Tangerang Matangkan Raperda Penyelenggaraan Transportasi
36 menit yang lalu
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
1 jam yang lalu
Bacok Pelajar di Jakbar,...
Bacok Pelajar di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap Polsek Palmerah
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved