Dilanda Kemarau, Petani Jeruk dan Palawija di Simalungun Meradang

Minggu, 19 Agustus 2018 - 12:38 WIB
Dilanda Kemarau, Petani...
Dilanda Kemarau, Petani Jeruk dan Palawija di Simalungun Meradang
A A A
SUMALUNGUN - Ratusan petani jeruk dan palawija di Kabupaten Simalungun mengeluhkan dampak musim kemarau terhadap kualitas dan hasil panen.

Petani di sentra produksi jeruk dan palawija di kecamatan Dolok Masagal dan Silimakuta yang dihubungi, Minggu (19/8/2018) mengatakan, musim kemarau sejak sebulan belakangan ini, mengakibatkan kualitas tanaman jeruk dan palawija buruk dan hasil panen menurun dari biasanya.

Menurut Rijan Irnando Purba, petani jeruk di Desa Dolog Huluan, Kecamatan Dolok Masaga, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, musim kemarau menyebabkan buah jeruk kecil dan tidak berair serta buah setiap pohon sedikit, karena kekurangan air.

"Pada musim kemarau ini kualitas buah jeruk buruk sekali,buahnya kecil dan tidak berair,kemudian buah di setiap pohon juga sedikit karena kekurangan air," sebut Purba.

Nasib yang sama juga dialami petani palawija atau sayur mayur di kecamatan Silimakuta yang mengeluhkan kualitas sayur-mayur seperti cabai yang biasanya bisa panen sebanyak 20 kali dari satu pohon, saat musim kemarau hanya bisa dua kali.

Petani palawija di Desa Rakut Besi Kecamatan Silimakuta K Ginting mengatakan, selain hasil cabai menurun kualitasnya juga jelek, karena cabainya menjadi keriting dan kecil pada musim kemarau.

"Dikatakan gagal panen tidak juga, karena masih bisa dipetik,namun kualitasnya jelek,cabenya keriting dan biasanya bisa dipetik hingga 20 kali,karena musim kemarau hanya bisa dua kali," kata Ginting.

Petani jeruk dan palawija di kecamaan Dolok Masagal dan Silimakuta berharap pemerintah daerah membangun lebih banyak lagi sumur bor di sentra-sentra pertanian jeruk dan palawija untuk mengatasi kebutuhan air petani saat musim kemarau.
(nag)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
37,7% Wilayah Indonesia...
37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
BMKG Laporkan 21 Daerah...
BMKG Laporkan 21 Daerah di Indonesia Tidak Hujan Selama 2 Bulan Lebih
BMKG Laporkan 63% Wilayah...
BMKG Laporkan 63% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir Juli 2023
Berita Terkini
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
46 menit yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
1 jam yang lalu
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
1 jam yang lalu
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
1 jam yang lalu
Bertemu Pramono, Ketum...
Bertemu Pramono, Ketum Rekat Indonesia Dukung Program Pemberdayaan UMKM Pemprov DKI
1 jam yang lalu
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
2 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved