Kontes Sapi ‘Bahenol’ Ramaikan Pasar Herwan Kurban di Pangkalan Bun
Senin, 13 Agustus 2018 - 04:52 WIB
Kontes Sapi ‘Bahenol’ Ramaikan Pasar Herwan Kurban di Pangkalan Bun
A
A
A
PANGKALAN BUN - Kontes sapi ‘bahenol’ atau berukuran cukup besar, meramaikan pembukaan pasar hewan kurban di halaman pasar Palagan Sambi, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, Minggu (12/8/2018).
Sebanyak 8 ekor sapi lokal yang dengan berat sekira 600 kilogran hingga hampir 2 ton dikonteskan untuk meraih juara. Kegiatan ini digagas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kobar untuk meramiakan pasar hewan qurban jelang hari Raya Idul Adha yang akan jatuh pada 22 Agustus mendatang.
"Kontes sapi yang berukuran cukup besar atau bahenol baru pertama kali digelar di Pangkalan Bun. Delapan sapi bahenol ini merupakan milik warga Kobar yang dirawat atau digaduh dari kecil dan umurnya antara 2,5-5 tahun. Masyarakat cukup antusias dengan acara ini," ujar Bupati Kobar Nurhidayah usai acara kontes sapi bahenol.
Tak hanya kontes sapi bahenol, dalam pasar ini juga ada panen Pedet, untuk mencari bibit unggul sapi. "Tentunya ini digelar untuk meningkatkan perekonomian peternak, ke depan sapi sapi lokal harus dikonsumsi masyarakat lokal dan tidak perlu lagi mendatangkan dari luar pulau," ujarnya.
"Juara 1, 2 dan tiga mendapat uang Rp2 juta, Rp1,5 juta dan Rp1 juta. Ini akan kita gelar setiap tahun guna mendongkrak perekonomian paternak sapi. Dan sapi menang langsung dilelang dengan harga antara Rp50 juta hingga Rp60 juta," pungkasnya.
Sebanyak 8 ekor sapi lokal yang dengan berat sekira 600 kilogran hingga hampir 2 ton dikonteskan untuk meraih juara. Kegiatan ini digagas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kobar untuk meramiakan pasar hewan qurban jelang hari Raya Idul Adha yang akan jatuh pada 22 Agustus mendatang.
"Kontes sapi yang berukuran cukup besar atau bahenol baru pertama kali digelar di Pangkalan Bun. Delapan sapi bahenol ini merupakan milik warga Kobar yang dirawat atau digaduh dari kecil dan umurnya antara 2,5-5 tahun. Masyarakat cukup antusias dengan acara ini," ujar Bupati Kobar Nurhidayah usai acara kontes sapi bahenol.
Tak hanya kontes sapi bahenol, dalam pasar ini juga ada panen Pedet, untuk mencari bibit unggul sapi. "Tentunya ini digelar untuk meningkatkan perekonomian peternak, ke depan sapi sapi lokal harus dikonsumsi masyarakat lokal dan tidak perlu lagi mendatangkan dari luar pulau," ujarnya.
"Juara 1, 2 dan tiga mendapat uang Rp2 juta, Rp1,5 juta dan Rp1 juta. Ini akan kita gelar setiap tahun guna mendongkrak perekonomian paternak sapi. Dan sapi menang langsung dilelang dengan harga antara Rp50 juta hingga Rp60 juta," pungkasnya.
(nag)