Duduk Bareng, Pemkab dan DPRD Bogor Bahas Raperda Kesehatan

Kamis, 09 Agustus 2018 - 22:25 WIB
Duduk Bareng, Pemkab...
Duduk Bareng, Pemkab dan DPRD Bogor Bahas Raperda Kesehatan
A A A
BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Bogor membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kesehatan Ibu dan Anak di ruang Sidang Paripurna, Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Kamis (9/8/2018). Hal itu untuk menekan angka kematian ibu dan anak.

Dalam sidang paripurna itu, Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, sejalan dengan fokus pembangunan daerah yang keberhasilannya antara lain diindikasikan oleh akselerasi pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pembangunan bidang kesehatan menjadi salah satu prioritas program yang penting di Kabupaten Bogor.

"Sebagaimana tercermin dari salah satu misi pembangunan daerah, yaitu meningkatkan pelayanan kesehatan berkualitas, di tingkat implementasi, misi tersebut dijabarkan antara lain melalui penyelenggaraan layanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya serta layanan rujukan medis di rumah sakit pemerintah dan swasta," jelasnya.

Penyelenggaraan layanan kesehatan itu, menurutnya, meliputi pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kebidanan dan persalinan serta pelayanan gawat darurat.

"Tujuannya adalah meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, termasuk perempuan, mulai dari masa remaja, ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, bayi, balita, dan anak," ungkapnya.

Hal ini, lanjut dia, selaras dengan tujuan pembangunan nasional bidang kesehatan yang juga merupakan tujuan pembangunan berkelanjutan, yakni menjamin kehidupan yang sehat untuk semua, dengan target mengurangi angka kematian ibu dan bayi.

Ia juga menambahkan bahwa Kabupaten Bogor merupakan salah satu Kabupaten dengan jumlah kematian ibu dan bayi tertinggi di antara Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Barat. "Sehingga diperlukan regulasi untuk mendukung upaya-upaya peningkatan pelayanan kesehatan, khususnya terhadap ibu dan anak," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya menyampaikan garis besar Raperda tentang kesehatan ibu dan anak yang antara lain mengatur wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam upaya kesehatan ibu dan anak.

"Serta kesehatan reproduksi, penyelenggaraan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta peran lintas sektor dan peran serta masyarakat," tambahnya.

Hal senada diungkapkan, Kepala Sub Direktorat Kesehatan Maternal dan Neonatal Direktorat Kesehatan Keluarga Kemenkes RI, dr Nida Rahmawati, dalam sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat (Gemas) di Gedung Aneka Sport, Desa Sukamanah, Jonggol, Kabupaten Bogor, Selasa 7 Agustus 2018.

"Penduduk di Kabupaten Bogor lebih dari 5 juta, terbesar di indonesia, tapi tingkat kematian ibu melahirkan disini masih cukup banyak, maka dari itu butuh perencanaan yang matang pada saat merencanakan untuk mempunyai anak," katanya.

Ia melanjutkan, ada beberapa penyebab kematian ibu hamil dan bayi baru lahir di Indonesia. "Di Indonesia ada beberapa penyebab kematian ibu hamil, diantaranya pendarahan, hipertensi dan infeksi, sedangkan kematian anak baru lahir disebabkan gangguan pernapasan, bayi dengan berat lahir rendah, infeksi dan kelainan bawaan," tambahnya.

Dikatakannya lebih lanjut bahwa, gerakan masyarakat hidup sehat diatur dalam Inpres nomor 1 tahun 2017. Pelaksanaan germas sendiri meliputi melaksanakan aktivitas fisik, konsumsi gizi seimbang, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, mengelola stress, melaksanakan pola hidup bersih sehat (PHBS) dan memeriksa kesehatan secara berkala.

"Germas ini adalah suatu tindakan yang sistematis dan terencana, dilakukan bersama-sama oleh seluruh komponen," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
DPRD Kota Bogor Berkomitmen...
DPRD Kota Bogor Berkomitmen Layanan Kesehatan Masyarakat Lebih Prima
Adityawarman Hadiri...
Adityawarman Hadiri Peresmian Gedung Pusat Kegawatdaruratan Kota Bogor
Ridwan Kamil Serahkan...
Ridwan Kamil Serahkan Dokumen DOB Kabupaten Bogor Barat ke Pusat
Tingkatkan Layanan Kesehatan,...
Tingkatkan Layanan Kesehatan, Dinkes Lutra Sentuh Masyarakat Terpencil
Pemda Pangandaran Imbau...
Pemda Pangandaran Imbau Masyarakat Sayangi Anak dengan Memperhatikan Kemasan Makanan
Irwan Hamid Dukung Program...
Irwan Hamid Dukung Program Kesehatan Masyarakat dari Unicef
Berita Terkini
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
1 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
3 jam yang lalu
HUT ke-27 PNM, Ribuan...
HUT ke-27 PNM, Ribuan Buku Hadirkan Semangat Literasi bagi Anak-anak Pelosok
11 jam yang lalu
Vonis 3 Prajurit TNI...
Vonis 3 Prajurit TNI Bikin Keluarga Kacab Bank Menangis Kecewa
11 jam yang lalu
Gelar Rakernas di Yogyakarta,...
Gelar Rakernas di Yogyakarta, APJI Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme
11 jam yang lalu
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
11 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved