Teliti Gempa Besar, Tim Ahli ITB Pasang 13 Seismometer di Lombok

Rabu, 08 Agustus 2018 - 17:52 WIB
Teliti Gempa Besar,...
Teliti Gempa Besar, Tim Ahli ITB Pasang 13 Seismometer di Lombok
A A A
LOMBOK - Institut Teknologi Bandung (ITB) akan melakukan penelitian terkait gempa besar yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan mengerahkan tim peneliti dan memasang 13 seismometer. Ketua Kelompok Keahlian (KK) Geofisika Global Nanang T Puspito mengatakan, satu hari setelah Gempa Lombok pihaknya langsung membentuk tim yang terdiri dari para ilmuwan geofisika. Di antaranya Andri Dian Nugraha, Zulfakriza, Yayan M Husni, Pepen Supendi, dan Muzli (BMKG).

Mereka, kata dia, akan memasang seismometer untuk memantau gempa susulan setelah gempa magnitudo 6.4 yang terjadi di Lombok bagian utara.

"Sampai dengan kemarin (7/8/2018), sudah 13 Seismometer yang terpasang," ujar Nanang dalam siaran persnya, Rabu (8/8/2018).

Tujuh seismometer merupakan hasil kerjasama ITB dan Earth Observatorium of Singapore (EOS). Pemasangan seismometer ini tersebar di Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur dan Lombok Utara.

Menurut dia, monitoring gempa susulan Gempa Lombok akan dilakukan selama satu bulan. Harapannya, selama satu bulan, tujuh seismometer yang ditempatkan dapat merekam gempa-gempa susulan untuk kepentingan analisis potensi gempa ke depan.

Rekaman gempa susulan termasuk gempa pada 5 Agustus 2018 yang diperkirakan sebagai gempa utama dapat menjadi pemahaman baru terkait sumber dan mekanisme kejadian Gempa Lombok 2018.

Selain melakukan pemasangan seismometer, tim juga melakukan koordinasi dengan BMKG Mataram dan BPBD Lombok Utara dan Pos Pengamatan Gunung Rinjani. Beberapa dosen dari KK Geodesi juga telah berada di Pos Rinjani untuk melakukan mitigasi dan observasi bencana.

Dalam jangka pendek tim satgas ITB ini akan mengirimkan tim untuk melakukan assessment kelayakan bangunan publik, membantu dalam pengiriman bantuan pokok makanan, obat-obatan, selimut dan lain-lain bekerjasama dengan IA-ITB.

Selanjutnya tim akan melaksanakan program penyediaan fasilitas air minum, serta mempelajari potensi bencana ke depan serta menganalisa gempa susulan dan longsoran.

Untuk jangka menengah (tahap rehabilitasi-rekonstruksi), ITB akan memperkenalkan teknologi bangunan dengan struktur bambu yang dikembangkan oleh KK Teknologi Bangunan Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK).

Selanjutnya akan dicoba penerapan Teknologi Open BTS yang dikembangkan oleh Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI).
(sms)
Berita Terkait
Lombok Dilanda Gempa...
Lombok Dilanda Gempa M4,6, Guncangannya Sampai Sumbawa
2 Gempa Besar Guncang...
2 Gempa Besar Guncang Lombok pada Selasa Pahing, Ini Pemicunya
Gempa Magnitudo 4,9...
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Lombok
Gempa 6,2 SR di Blitar...
Gempa 6,2 SR di Blitar Terasa hingga Bali dan Lombok
Gempa Bumi 4,8 Magnitudo...
Gempa Bumi 4,8 Magnitudo Guncang Bali, Getarannya Terasa Sampai Lombok Timur
BREAKING NEWS: Gempa...
BREAKING NEWS: Gempa M4,7 Guncang Lombok
Berita Terkini
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
10 jam yang lalu
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
10 jam yang lalu
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
11 jam yang lalu
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
11 jam yang lalu
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
13 jam yang lalu
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
13 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved