RSOP Solo Kirim Tim Tangani Korban Patah Tulang Gempa Lombok

Selasa, 07 Agustus 2018 - 21:15 WIB
RSOP Solo Kirim Tim...
RSOP Solo Kirim Tim Tangani Korban Patah Tulang Gempa Lombok
A A A
SOLO - Rumah Sakit Ortopedi Profesor Dr Soeharso (RSOP) Solo mengirimkan tim khusus untuk membantu menangani korban gempa Lombok. Mereka akan bekerja membantu sekitar 300 korban yang mengalami trauma patah tulang.

Direktur Medik dan Keperawatan RSOP Solo, Romaniyanto mengatakan, tim dokter ahli ortopedi berjumlah enam orang akan diberangkatkan setelah berkoordinasi dengan tim kesehatan lain yang melakukan pemetaan, menginventaris korban, dan mencatat kebutuhan. Keberangkatan tim RSOP akan membawa perlengkapan dan kebutuhan operasi lengkap. "Sehingga di lapangan kami langsung bekerja," kata Romaniyanto di Solo, Jawa Tengah, Selasa (7/8/2018).

Bantuan pengabdian masyarakat RSOP, merupakan kerja sama dengan RSUD Dr Moewardi Solo, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK-UNS) Solo, dan Persatuan Bedah Ortopedi Indonesia (PBOI). Sehingga diharapkan, para penderita trauma korban gempa dapat segera ditangani. Sebab dalam peristiwa itu dipastikan banyak kasus trauma yang memerlukan penanganan operasi khusus. Saat ini, di Lombok terdapat sekitar 300 korban menunggu penanganan para ahli ortopedi untuk operasi penyambungan tulang.

Romaniyanto yang juga menjadi ketua tim, menyebut jumlah korban yang memerlukan tindakan operasi baru data sementara. Sebab di lapangan masih disisir korban yang mengalami trauma. Sedangkan korban dengan trauma patah tulang yang sudah tertangani baru sekitar 100 orang. "Pengiriman tim ortopedi akan dilaksanakan dalam tiga gelombang," katanya. Masing-masing tim bertugas selama lima hari.

Tim yang akan bertolak dari Solo ke Lombok dengan pesawat udara dilengkapi perbekalan untuk kebutuhan operasi. Di antaranya yang terbanyak berupa implan dari besi untuk penyambung tulang. Selain itu juga dibawa instrumen alat operasi, baju operasi sekali pakai, pen penyambung tulang, obat bius, anti biotik, sarung tangan dan benang jahit yang sudah steril.

Semua perlengkapan disiapkan dari Solo karena banyak alat seperti implan di sana sudah habis. Berdasarkan pengalaman penanganan korban gempa Yogyakarta, pasien yang harus segera dioperasi adalah yang mengalami trauma patah tulang terbuka. Sedangkan penderita trauma tertutup harus melalui observasi.

Jika kondisi traumanya berat, seperti patah tulang belakang, kemungkinan harus dirujuk ke RSOP. RS Ortopedi Profesor Dr Soeharso Solo merupakan rujukan nasional bagi pasien patah tulang. Masalah terbesar di lapangan adalah kebutuhan kamar operasi. Sementara, yang melakukan operasi hanya RS pemerintah. Padahal, kamar operasi RSUD Provinsi di Mataram hanya delapan ruang, sehingga overload dan operasi harus bergiliran.

Hasil koordinasi terakhir, pihaknya mendapat kepastian sudah ada penambahan dua kamar operasi di RSUD Kota Mataram, Selain itu, RSPAD Gatot Soebroto juga membuka RS lapangan dengan ruang operasi darurat. Sedangkan kebutuhan alat untuk operasi, termasuk persediaan implan untuk menangani sekitar 200 kasus trauma, diperkirakan masih cukup untuk pelaksanaan tugas gelombang pertama.
(amm)
Berita Terkait
Bantuan Kemanusiaan...
Bantuan Kemanusiaan Tahap Pertama Pemerintah Indonesia Tiba di Gaziantep
Gerak Cepat, BNI Bantu...
Gerak Cepat, BNI Bantu Korban Gempa Mamuju
Indonesia Kirim Bantuan...
Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Myanmar Senilai 1,2 Juta Dolar AS
Bupati Pasaman Ngamuk...
Bupati Pasaman Ngamuk di Posko Penanganan Bencana Gempa Bumi
Saudi Kirim Lebih Banyak...
Saudi Kirim Lebih Banyak Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Turki-Suriah
Bantuan Kemanusiaan...
Bantuan Kemanusiaan Gelombang Kedua Pemerintah Indonesia Tiba di Turki
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
6 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
6 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
7 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
8 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
8 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
11 jam yang lalu
Infografis
4 Fakta Ratu Suthida,...
4 Fakta Ratu Suthida, Navigator Tim Layar Thailand di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved