Dirut BBJ: Yogyakarta Sarang Perusahaan Investasi Bodong

Senin, 06 Agustus 2018 - 16:20 WIB
Dirut BBJ: Yogyakarta...
Dirut BBJ: Yogyakarta Sarang Perusahaan Investasi Bodong
A A A
YOGYAKARTA - Perusahaan investasi terus berkembang di Indonesia, termasuk di Yogyakarta. Meski demikian masyarakat diminta tetap hati-hati jika ingin berinvestasi, banyak perusahaan ilegal alias belum terdaftar secara resmi.

"Pilih perusahaan yang kredibel. Yang sudah terdaftar resmi pemerintah," kata Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang di hadapan wartawan seusai peresmian kantor cabang PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) di kompleks Ruko Malioboro City KM 8, Tambakbayan, Yogyakarta, Senin 6/8/2018) siang.

Menurut Paulus, di Yogyakarta cukup banyak perusahaan pialang ilegal. "Yogyakarta itu sarangnya (perusahaan ilegal). Kita sudah berusaha merangkul beberapa menjadi member anggota kami," katanya.

Lebih jauh Paulus mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada perusahaan yang belum memiliki legalitas. Masyarakat diminta cermat jika ingin berinvestasi untuk memilih perusahaan yang benar-benar kredibel dan resmi terdaftar seperti PT RFB. Menurut Paulus, RFB berhasil menempati posisi perusahaan pialang berjangka terbaik di urutan pertama dalam Top 5 Pilang berjangka. "Pilih perusahaan yang legalitasnya jelas," katanya.

Sementara itu, Chief Businnes Officer PT RFB Teddy Prasetya mengatakan, Yogyakata adalah salah satu kota dengan wilayah agraris yang luas serta memiliki pertumbuhan ekonomi cukup pesat. Selain itu, Yogyakata memiliki lebih dari 35.900 investor potensial berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia (BEI).

"RFB tertarik untuk melakukan ekspansi, karena para pelaku pasar modal adalah salah satu target market dari investasi komoditas berjangka. Kami ingin berkontribusi dalam memperkuat eksistensi pasar PBK di Indonesia sekaligus memberi kesempatan kepada generasi muda Kota Yogyakata untuk menjadi pialang handal dan profesional," katanya.

Upaya ekspansi RFB lewat kantor cabang terbaru ini tidak lepas dari besarnya potensi industri pialang berjangka di Tanah Air. Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan menyebut bahwa industri perdagangan berjangka komiditi (PBK) di Indonesia selama tiga tahun terakhir mengalami pertumbuhan dengan peningkatan volume transaksi sebesar 6,40% pada 2016 dan 0,48% pada 2017. Kemudian pada semester 1-2018 tumbuh 30,15% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

"Kami menargetkan 100.000 lot transaksi dan 300 nasabah untuk tahun pertama Kantor Cabang Yogyakarta. Sementara untuk kinerja perusahaan secera keseluruhan, RFB mematok penambahan 3.000 nasabah baru dengan total transaksi 1 juta lot di akhir 2018," kata Kepala Cabang RFB Yogyakarta, Dewi Diananingrum.
(amm)
Berita Terkait
Next Hotel Yogyakarta...
Next Hotel Yogyakarta Tawarkan Staycation dan Bisnis
NexCity Yogyakarta:...
NexCity Yogyakarta: Pilihan Tepat untuk Hunian dan Investasi
Mitos dan Salah Kaprah...
Mitos dan Salah Kaprah Seputar Kepribadian
Meluruskan Mitos Seputar...
Meluruskan Mitos Seputar Osteoporosis
Anggito Abimanyu Beberkan...
Anggito Abimanyu Beberkan Fakta-Fakta Seputar Investasi Dana Haji
Pengembangan Bisnis...
Pengembangan Bisnis Edutech Butuh Investasi dan Inovasi
Berita Terkini
Ingin Berobat ke Negeri...
Ingin Berobat ke Negeri Jiran? IHH Healthcare Malaysia Gelar Expo di Surabaya
20 menit yang lalu
Perbaikan Jalan Imbas...
Perbaikan Jalan Imbas Proyek MRT, Halte Kebon Sirih Arah Kota Ditutup Jumat Malam hingga Senin Pagi
21 menit yang lalu
Soal Putusan PTUN, Pengacara:...
Soal Putusan PTUN, Pengacara: Satuan Pendidikan di Bawah BLU UIN Jakarta Tetap Berjalan
36 menit yang lalu
24 Penumpang KM Nurul...
24 Penumpang KM Nurul Salsa Belum Ditemukan, Basarnas Lanjutkan Pencarian
59 menit yang lalu
Jelang Pelimpahan Tersangka...
Jelang Pelimpahan Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti, Brimob Bersenjata Lengkap Berjaga
1 jam yang lalu
4.132 Personel Gabungan...
4.132 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Demo Mahasiswa di Monas
1 jam yang lalu
Infografis
2 Raksasa Perusahaan...
2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved