Idap Sesak Napas, Napi Rutan Tanjung Pinang Meninggal Dunia

Rabu, 25 Juli 2018 - 14:50 WIB
Idap Sesak Napas, Napi...
Idap Sesak Napas, Napi Rutan Tanjung Pinang Meninggal Dunia
A A A
TANJUNG PINANG - Marius Yahya (58), narapidana (napi) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjung Pinang menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Pinang, Rabu (25/7/2018) dini hari. Sebelum meninggal dunia, Marius diketahui mengidap penyakit sesak napas.

Kepala Rutan Tanjung Pinang Ronny Widiyatmoko membenarkan salah satu napinya meninggal dunia. Dia menjelaskan, penyakit Marius kambuh sejak Selasa (24/7/2018) sore. Melihat korban dalam keadaan sakit, petugas membawanya berobat di klinik Rutan.

Saat hendak diberi pertolongan medis oleh petugas, Marius menolaknya. Petugas harus memasang infus dan oksigen secara paksa karena kondisinya yang semakin parah. Setelah diberikan pertolongan pertama, korban tak kunjung membaik lalu dilarikan ke RSUD Tanjung Pinang.

"Sudah kita upayakan menolongnya, tapi nyawanya tak tertolong lagi. Marius meninggal karena mengalami sesak napas," kata Ronny saat ditemui di ruangan kerjanya.

Ronny menuturkan, Marius sendiri sudah menjalani hukuman di dalam Rutan selama 11 bulan dari masa hukuman yang dijalani selama 18 bulan. Marius merupakan napi terpidana kasus tindak pidana pencurian Pasal 362 KUHP. Selama di Rutan, korban sendiri sudah dua kali mendapat pertolongan medis karena sesak napas.

"Marius menjalani hukuman kasus pencurian. Ini yang kedua kali Marius mengalami sesak napas selama berada di sini," kata dia.

Lanjut, kata Ronny, untuk langkah selanjutnya pihak Rutan akan memakamkan jenazah Marius bersama pihak instansi terkait. Pemakaman korban turut disaksikan pihak desa tempat tinggal Marius. Sebab, keluarga Marius tidak tidak diketahui keberadaannya.

"Marius akan dimakamkan negara, kita sudah cari tahu keberadaan keluarganya, tapi tak ditemukan. Selama di sini Marius tak pernah dijenguk orang," ujar dia.

Kepala Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Cholili Bun Yani membenarkan bahwa korban selama ini tinggal sendiri di Kampung Bukit Senyum, RT02/RW02, Desa Lancang Kuning. Dia juga tidak mengetahui keberadaan keluarga korban. Dia menuturkan, korban sendiri akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Batu 7, Tanjung Pinang.

"Kita dikabari dia meninggal di rumah sakit, keluarganya memang tidak diketahui keberadaannya. Rencananya mau dimakamkan oleh pihak berwajib," kata Cholili di kamar jenazah RSUD Tanjung Pinang.
(rhs)
Berita Terkait
Dicokok Lagi, 3 Tahanan...
Dicokok Lagi, 3 Tahanan Rutan Tanjung Gusta Cuma Berhasil Kabur 1,5 Jam
Kabur dari Lapas Tangerang,...
Kabur dari Lapas Tangerang, Seorang Napi Narkoba Diringkus Polda Riau
Rakorgub se-Sumatera...
Rakorgub se-Sumatera 2022 Digelar, Ini Lima Fokus Pembahasannya
Diduga Over Dosis, Napi...
Diduga Over Dosis, Napi Kasus Narkoba di Rutan Salemba Meninggal
Dua Pembunuh Pekerja...
Dua Pembunuh Pekerja Salon Ternyata Mantan Napi Assimilasi Kasus Cabul
Update Korban Longsor...
Update Korban Longsor Natuna, Polri: 48 Orang Meninggal Dunia, 6 Masih Hilang
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
1 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
1 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
2 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
2 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
4 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
5 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved