Olah Limbah Aren, Mahasiswa ITS Ciptakan Bioetanol

Senin, 23 Juli 2018 - 16:02 WIB
Olah Limbah Aren, Mahasiswa...
Olah Limbah Aren, Mahasiswa ITS Ciptakan Bioetanol
A A A
SURABAYA - Pengelolaan limbah selama ini masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Parahnya, limbah hasil industri yang tidak dimanfaatkan lebih lanjut bisa menjadi sampah yang menimbulkan kerusakan lingkungan.

Limbah padat pada industri tepung aren selama ini belum dikelola dengan baik. Tim mahasiswa dari Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mulai mengelola limbah aren yang dipercaya mampu mengandung zat penyusun bioetanol atau bahan bakar.

Tim mahasiswa yang terdiri dari Anastasia Sandra Dewi, Richie Andyllo Stefanus, dan Maria Amelia Sandra menemukan limbah padat aren mengandung bahan yang berlignoselulosa (lignin, selulosa, dan hemiselulosa). Zat selulosa dan hemiselulosa ini dapat dihidrolisa atau dipecah molekul airnya menjadi gula reduksi kemudian difermentasi menjadi bioetanol.

"Selama ini kandungan zat lignin yang cukup tinggi telah membungkus kaku keberadaan selulosa dan hemiselulosa, sehingga diperlukan proses pretreatment atau perlakuan pendahuluan," ujar Ketua tim peneliti Anastasia Sandra Dewi, Senin (23/7/2018).

Ia melanjutkan, proses pretreatment berguna untuk melarutkan lignin agar zat selulosa dan hemiselulosa dapat dipakai secara maksimal. "Pada proses ini, kami menggunakan kombinasi pretreatment asam (asam sulfat 5 persen, red) dan organoslov (etanol 51,29 persen, red)," sambungnya.

Sandra juga menjelaskan, seusai melalui tahap pretreatment, penelitian dilanjutkan dengan tahap hidrolisa enzim. Hidrolisa enzim berguna untuk menghidrolisa selulosa dan hemiselulosa yang diperoleh dari proses pretreatment menjadi gula reduksi, yakni glukosa dan xylosa.

"Kami menggunakan dua enzim yaitu enzim selulase dan xylanase serta surfaktan tween 80 untuk melakukan proses ini," ucap mahasiswi asal Jakarta ini.

Setelah mendapatkan gula reduksi, katanya, terdapat tahap terakhir yakni proses fermentasi. Melalui fermentasi ini, tim menggunakan jamur saccharomyces cerivisae yang berguna untuk mengkonversi atau mengubah gula reduksi menjadi bioetanol.

"Proses ini dilakukan di inkubator shaker selama 72 jam pada suhu 35 derajat celcius agar memperoleh hasil yang maksimal," ucapnya.

Sandra mengaku, karya penelitian Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini membutuhkan total waktu sekitar delapan hari, dihitung tanpa analisa dengan perolehan 0,42 persentase volume per volume (0,42 persen v/v) bioetanol dari 50 gram limbah padat aren. "Itu hanya skala laboratorium, untuk skala besar bisa menghasilkan beberapa liter bioetanol," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Keberhasilan HUT Papua...
Keberhasilan HUT Papua Tengah Gerakkan UMKM, Talius Tabuni Minta Jadi Acuan Program Daerah
2 jam yang lalu
Karhutla Dominasi Bencana...
Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
3 jam yang lalu
Minta Libatkan Masyarakat...
Minta Libatkan Masyarakat Adat, MPSI: PSN Wanam Harus Jamin Pendidikan Anak Papua
3 jam yang lalu
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
4 jam yang lalu
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
4 jam yang lalu
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
4 jam yang lalu
Infografis
Kartu Jakarta Mahasiswa...
Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul Tak Terdampak Efisiensi Anggaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved