Harga Gas Bersubsidi di Atas HET, SPBU Playen: Ini Perintah Agen
Senin, 23 Juli 2018 - 15:15 WIB
Harga Gas Bersubsidi di Atas HET, SPBU Playen: Ini Perintah Agen
A
A
A
GUNUNGKIDUL - Manajemen SPBU 4444.55814 Playen, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengakui bahwa kebijakan menaikkan harga jual elpiji bersubsidi atas perintah agen yakni PT Gasindo. Izin yang dimiliki SPBU ini merupakan pangkalan yang dikirim oleh agen Gasindo.
"Kita menaikkan harga untuk warga sebesar Rp500 karena diperintah pihak agen. Izin kami kan pangkalan dan kita dikirim dari PT Gasindo," kata pengawas SPBU 4444.55814 Playen, Islamudin Rahmanto yang menjadi penanggung jawab penjualan gas elpiji bersubsidi di SPBU ini, Senin (23/7/2018).
Menurut Islamudin, dengan adanya protes dari warga dia berharap ada evaluasi bersama. Paling tidak harga jual untuk warga, selisihnya tidak terlalu besar. "Kalau warga ya harapannya bisa Rp15.500 dan pengecer Rp16.000," ujarnya.
Untuk diketahui, belasan orang mendatangi SPBU 4444.55814 yang berada di Playen, Gunungkidul, Senin (23/7/2018). Mereka protes atas kebijakan pengelola SPBU yang juga menjadi pangkalan gas elpiji bersubsidi menjual gas melon jauh di atas HET. "Petugas SPBU arogan kepada kami. Kami hanya bertanya mengapa menaikkan harga tidak ada pengumuman. Namun malah dijawab kalau tidak mau silakan uang diambil dan tidak usah membeli ga," kata Bayu Widodo menirukan ucapan petugas dengan nada kesal.
Setahu dia, untuk menaikkan harga jual gas bersubsidi harus berdasarkan keputusan pemerintah. (Baca juga: Jual Gas Melon Melebihi HET, SPBU di Gunungkidul Diprotes Warga )
"Kita menaikkan harga untuk warga sebesar Rp500 karena diperintah pihak agen. Izin kami kan pangkalan dan kita dikirim dari PT Gasindo," kata pengawas SPBU 4444.55814 Playen, Islamudin Rahmanto yang menjadi penanggung jawab penjualan gas elpiji bersubsidi di SPBU ini, Senin (23/7/2018).
Menurut Islamudin, dengan adanya protes dari warga dia berharap ada evaluasi bersama. Paling tidak harga jual untuk warga, selisihnya tidak terlalu besar. "Kalau warga ya harapannya bisa Rp15.500 dan pengecer Rp16.000," ujarnya.
Untuk diketahui, belasan orang mendatangi SPBU 4444.55814 yang berada di Playen, Gunungkidul, Senin (23/7/2018). Mereka protes atas kebijakan pengelola SPBU yang juga menjadi pangkalan gas elpiji bersubsidi menjual gas melon jauh di atas HET. "Petugas SPBU arogan kepada kami. Kami hanya bertanya mengapa menaikkan harga tidak ada pengumuman. Namun malah dijawab kalau tidak mau silakan uang diambil dan tidak usah membeli ga," kata Bayu Widodo menirukan ucapan petugas dengan nada kesal.
Setahu dia, untuk menaikkan harga jual gas bersubsidi harus berdasarkan keputusan pemerintah. (Baca juga: Jual Gas Melon Melebihi HET, SPBU di Gunungkidul Diprotes Warga )
(amm)