Mitra Jadi Terduga Teroris, Grab Diminta Benahi Sistem Perekrutan

Minggu, 22 Juli 2018 - 11:41 WIB
Mitra Jadi Terduga Teroris,...
Mitra Jadi Terduga Teroris, Grab Diminta Benahi Sistem Perekrutan
A A A
JAKARTA - Perusahaan aplikator penyedia jasa ride-hailing, Grab, diminta membenahi sistem perekrutan mitra pengemudi. Hal ini menyusul penangkapan terhadap salah satu mitra pengemudinya bernama Joko alias Abu Jalal (40) karena diduga sebagai teroris.

Polisi sebelumnya sudah memastikan terduga teroris Joko merupakan mitra pengemudi Grab. Hal ini dinilai tak lepas dari sistem perekrutan mitra pengemudi di perusahaan yang berpusat di Malaysia itu terlalu longgar.

Pengamat teroris, Ridlwan Habib, mengatakan, seorang tanpa catatan hukum atau bukan mantan narapidana (napi) teroris memang menjadi kekhawatiran karena sulit terdeteksi, Seperti terjadi di Grab.

"Akan lebih mudah terdeteksi jika dia mantan napi teroris atau pernah ada catatan hukum," ungkapnya dalam keterangan persnya, Minggu (22/7/2018).

Menurut dia, perusahaan termasuk aplikator seperti Grab, semestinya turut menjaga kredibilitas para mitra. Bebagai cara bisa ditempuh untuk menjaga kredibilitas para mitra itu.

Misalnya membangun kode etik dan mematuhi segala hal terkait, termasuk ideologi Pancasila."Di awal, itu bisa terlihat sejak proses perekrutan. Misalnya saat wawancara, lakukan verifikasi, banyak hal akan terlihat," kata Ridlwan.

Kabiro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen M Iqbal, sebelumnya membenarkan tentang penangkapan Joko di kawasan Proliman, Jalan Jogja-Solo, Desa Tamanmartani, Kalasan, Sleman, pada Rabu (18/7/2018) lalu.

Dalam laporan kronologis disebutkan, Joko berprofesi jualan es dawet dan bekerja sebagai ojek online Grab. Dia beralamat di Karangmojo, Taman Martani, Kalasan, Sleman.

Densus 88 AT Mabes Polri berjumlah 20 orang juga menggeledah rumah Joko dan menemukan buku-buku tentang jihad dan sebilah pedang.

Pasca penangkapan, komentar netizen mulai bermunculan. Mereka mengkritisi Grab, terutama dari proses perekrutan yang dianggap kurang serius.
(thm)
Berita Terkait
Mabes Polri Diserang...
Mabes Polri Diserang Teroris, Densus 88 Anti Teror Ringkus Habib Warga Kabupaten Bandung
Densus 88 Tangkap 59...
Densus 88 Tangkap 59 Tersangka Teroris
16 Tersangka Teroris...
16 Tersangka Teroris Ditangkap di Sumbar, BNPT: NII Harus Diwaspadai
Penangkapan Terduga...
Penangkapan Terduga Teroris di Medan
Pasca Penangkapan Terduga...
Pasca Penangkapan Terduga Teroris, Kapolda Pastikan Situasi Babel Kondusif
Penangkapan Munarman...
Penangkapan Munarman Juga Terkait Kasus 13 Teroris di Jakarta
Berita Terkini
Gunung Semeru Erupsi...
Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter
35 menit yang lalu
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Awan Panas Meluncur Sejauh 1,7 Km dari Puncak, Status Siaga!
1 jam yang lalu
Kolaborasikan Musik-UMKM,...
Kolaborasikan Musik-UMKM, Konser HS Hey Slank Bandung Dipadati 25 Ribu Slankers
1 jam yang lalu
Lansia Tewas dalam Kebakaran...
Lansia Tewas dalam Kebakaran di Palmerah Utara
2 jam yang lalu
Usai Viral, Bang Jago...
Usai Viral, Bang Jago Pakai Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap
3 jam yang lalu
8 Ruas Jalan Bakal Dilalui...
8 Ruas Jalan Bakal Dilalui Rombongan PM Singapura saat Bertemu Presiden Prabowo Hari Ini
4 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved