KNPI Kalsel Desak Pemerintah Tekan Angka Pernikahan Anak di Bawah Umur

Kamis, 19 Juli 2018 - 18:45 WIB
KNPI Kalsel Desak Pemerintah...
KNPI Kalsel Desak Pemerintah Tekan Angka Pernikahan Anak di Bawah Umur
A A A
TAPIN - Viralnya kasus pernikahan dini sepasang ABG di Kabupaten Tapin mendapatkan respon sejumlah pihak tak terkecuali DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalsel yang siap menjadi pelopor penyuluhan pencegahan perkawinan usia belia. KNPI juga mendesak pemerintah daerah menekan angka pernikahan anak di bawah umur di Kalsel.

“Banyak pernikahan anak di bawah umur terjadi dilatarbelakangi sejumlah faktor diantaranya kemiskinan, letak geografis hingga rendahnya tingkat pendidikan. Terakhir yang sedang trending kasus viralnya pernikahan dini sepasang ABG di Desa Tungkap, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, “ kata Ketua DPD KNPI Kalsel Fazlur Rahman, Kamis (19/7/2018).

Mempelai pria Zainal, kata Fazlur, masih berusia 14 tahun sedang wanitanya Ira gadis berumur 15 tahun. Keduanya terpaksa menikah muda beralasan untuk menghindari pergaulan bebas. Meskipun belakangan sejumlah pihak berpendapat akad nikah mereka tidak sah karena terdapat rukun nikah yang belum terpenuhi tapi hubungan keduanya belum berakhir.

Pernikahan Zainal dan Ira merupakan satu dari sekian banyak kasus serupa yang terjadi di Kalsel. Data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalsel termasuk salah satu provinsi dengan angka tertinggi kasus pernikahan dini. Kondisi ini mendapatkan sorotan dari DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalsel.

Ketua DPD KNPI Kalsel Fazlur Rahman mengatakan, pihaknya prihatin dengan kasus pernikahan Zainal –Ira. Menyikapi persoalan ini KNPI akan membuat program edukasi pencegahan perkawinan belia. KNPI bakal menjadi pelopor untuk membantu pemerintah meminimalisir angka perkawinan muda. Langkah KNPI mendapatkan dukungan Komisi IV DPRD Kalsel dan siap untuk mengawal program tersebut.

“Kami juga mendesak pemerintah daerah serta peran tokoh masyarakat, agama dan orangtua turut mencegah perkawinan anak di bawah umur. Dengan edukasi penyadaran resiko pernikahan dini mulai dari putus sekolah hingga kematian akibat mengandung terlalu muda,” kata Yazidie Fauzy, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel.
(sms)
Berita Terkait
8 Negara yang Melegalkan...
8 Negara yang Melegalkan Pernikahan pada Usia Dini
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi simpatik Menolak Pernikahan Dini
Penyebab 135 Anak di...
Penyebab 135 Anak di Bojonegoro Nikah Dini pada Januari-April 2024
Begini Alasan Sejoli...
Begini Alasan Sejoli Anak di Bawah Umur di Wajo Putuskan Menikah
5 Daerah dengan Pernikahan...
5 Daerah dengan Pernikahan Dini Tertinggi di Indonesia
Selama Pandemi, Kasus...
Selama Pandemi, Kasus Pernikahan Dini di Gowa Meningkat
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
2 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
4 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
4 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
4 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
5 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
7 jam yang lalu
Infografis
Robi Darwis, Anak Emas...
Robi Darwis, Anak Emas Gerald Vanenburg di Piala AFF U-23 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved