Musim Kemarau, Dua Hari 5 Hektare Lahan Terbakar di Kobar
Selasa, 17 Juli 2018 - 06:27 WIB
Musim Kemarau, Dua Hari 5 Hektare Lahan Terbakar di Kobar
A
A
A
KOTAWARINGIN BARAT - Musim kemarau mulai tiba di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng. Alhasil kebakaran lahan dan hutan mulai terjadi. Dalam dua hari terjadi tiga peristiwa kebakaran lahan.
Kasi Pencegahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Pahrul Laji mengatakan, kebakaran pertama terjadi di RT.09 Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arsel pada Minggu (15/7/2018) sekitar pukul 18.00 WIB. Kebakaran terjadi di lahan milik Sabri, Ketua RT09 yang merupakan lahan kebun nanas seluas 0,5 hektare (ha).
“Baru tadi pagi selesai kita padamkan dengan Tim Terpadu beserta masyarakat sekitar,” ujar Pahrul, di kantornya, Senin (16/7/2018).
Selanjutnya, pada Minggu (15/7/2018) sekitar pukul 21.00 WIB kembali terjadi kebakaran lahan di Desa Kubu, Kecamatan Kumai. Lahan tersebut merupakan lahan berpasir. Kendalanya sulit sumber air, sehingga pemadaman dilakukan secara manual.
“Karena lahan pasir, jadi kita pukul-pukul saja dengan alat pemukul dan dapat dipadamkan, hanya 50 X 50 meter persegi yang terbakar. Kemudian terbakar lahan di Sungai Tatas, Kelurahan Baru, Kecamatan Arsel, Senin pukul 10.00 WIB. Hingga kini penanganan pemadaman oleh Tim Terpadu Karhutla terus dilakukan. Jadi sudah ada 5 hektare yang terbakar, mayoritas lahan gambut,” sebutnya.
Sementara itu, Dandim 1014/PBN Letkol (Inf) Muhammad Roni Sulaeman mengatakan, hotspot di Sungai Tatas, Kelurahan Baru terdeteksi pada pukul 08.00 WIB, Senin (16/7/2018) dengan luasan kebakaran awal sekitar 2 hektare. Personel yang terlibat TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat.
“Pemadaman menggunakan mesin portable, pompa air gendong perorangan. Sementara lahan yang tebakar dapat ditangani sebagian sudah padam. Kini pemilik lahan Gito masih dalam penyelidikan Polsek Arsel,” pungkasnya.
Kasi Pencegahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Pahrul Laji mengatakan, kebakaran pertama terjadi di RT.09 Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arsel pada Minggu (15/7/2018) sekitar pukul 18.00 WIB. Kebakaran terjadi di lahan milik Sabri, Ketua RT09 yang merupakan lahan kebun nanas seluas 0,5 hektare (ha).
“Baru tadi pagi selesai kita padamkan dengan Tim Terpadu beserta masyarakat sekitar,” ujar Pahrul, di kantornya, Senin (16/7/2018).
Selanjutnya, pada Minggu (15/7/2018) sekitar pukul 21.00 WIB kembali terjadi kebakaran lahan di Desa Kubu, Kecamatan Kumai. Lahan tersebut merupakan lahan berpasir. Kendalanya sulit sumber air, sehingga pemadaman dilakukan secara manual.
“Karena lahan pasir, jadi kita pukul-pukul saja dengan alat pemukul dan dapat dipadamkan, hanya 50 X 50 meter persegi yang terbakar. Kemudian terbakar lahan di Sungai Tatas, Kelurahan Baru, Kecamatan Arsel, Senin pukul 10.00 WIB. Hingga kini penanganan pemadaman oleh Tim Terpadu Karhutla terus dilakukan. Jadi sudah ada 5 hektare yang terbakar, mayoritas lahan gambut,” sebutnya.
Sementara itu, Dandim 1014/PBN Letkol (Inf) Muhammad Roni Sulaeman mengatakan, hotspot di Sungai Tatas, Kelurahan Baru terdeteksi pada pukul 08.00 WIB, Senin (16/7/2018) dengan luasan kebakaran awal sekitar 2 hektare. Personel yang terlibat TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat.
“Pemadaman menggunakan mesin portable, pompa air gendong perorangan. Sementara lahan yang tebakar dapat ditangani sebagian sudah padam. Kini pemilik lahan Gito masih dalam penyelidikan Polsek Arsel,” pungkasnya.
(vhs)