7 Bulan Berlalu, Pembacok Anak Kapolres Bandung Masih Misterius
Selasa, 10 Juli 2018 - 09:25 WIB
7 Bulan Berlalu, Pembacok Anak Kapolres Bandung Masih Misterius
A
A
A
JAKARTA - Polisi hingga kini masih menyelidiki kasus anak Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo, Raynaldi Kusheriadi (21) yang dibacok di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Hingga kini, belum ada petunjuk tentang pelaku.
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan aksi pembacokan terhadap Raynaldi menjadi salah satu pekerjaan rumah yang belum dituntaskan kepolisian.
Polisi masih menelusuri identitas melalui penangkapan pelaku kasus lain yang ditangani Satrekrim Polres Kota Depok. "Itu masih PR buat kita, masih kita lidik terus," ujarnya pada wartawan, Selasa (10/7/2018).
Menurutnya, penelusuran itu dilakukan karena modus pelakunya dianggap mirip dengan pelaku yang membacok anak Kombes Hendro Pandowo. (Baca: Pulang Kuliah, Anak Kapolrestabes Bandung Dibegal di Pasar Minggu )
Setelah dicocokan dengan bukti-bukti yang diperoleh, identitas pelaku yang berperkara di Polres Depok ternyata tak berkaitan dengan aksi pembacokan terhadap korban.
"Ada beberapa identitas yang kita kenali, kita cocokan yang ditangkap di depok dan beberapa tempat. Kemarin ada yang sempat dicurigai di Depok, modusnya hampir sama, didalami ternyata bukan," katanya.
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan aksi pembacokan terhadap Raynaldi menjadi salah satu pekerjaan rumah yang belum dituntaskan kepolisian.
Polisi masih menelusuri identitas melalui penangkapan pelaku kasus lain yang ditangani Satrekrim Polres Kota Depok. "Itu masih PR buat kita, masih kita lidik terus," ujarnya pada wartawan, Selasa (10/7/2018).
Menurutnya, penelusuran itu dilakukan karena modus pelakunya dianggap mirip dengan pelaku yang membacok anak Kombes Hendro Pandowo. (Baca: Pulang Kuliah, Anak Kapolrestabes Bandung Dibegal di Pasar Minggu )
Setelah dicocokan dengan bukti-bukti yang diperoleh, identitas pelaku yang berperkara di Polres Depok ternyata tak berkaitan dengan aksi pembacokan terhadap korban.
"Ada beberapa identitas yang kita kenali, kita cocokan yang ditangkap di depok dan beberapa tempat. Kemarin ada yang sempat dicurigai di Depok, modusnya hampir sama, didalami ternyata bukan," katanya.
(ysw)