Jadi Wabup Termuda, Gus Ipin Tak Mau Korbankan Masa Muda dengan Korupsi

Senin, 09 Juli 2018 - 21:19 WIB
Jadi Wabup Termuda,...
Jadi Wabup Termuda, Gus Ipin Tak Mau Korbankan Masa Muda dengan Korupsi
A A A
JAKARTA - Menjabat Wakil Bupati Trenggalek di usia 25 tahun, Mochamad Nur Arifin menjadi yang termuda se-Indonesia. Usia muda juga yang membuat Gus Ipin, sapaan akrabnya, tidak ingin main-main dalam memimpin kabupaten di pesisir selatan Jawa Timur tersebut.

“Kalau benihnya busuk. Misalnya saya korupsi, saya purna tugas di usia 30 tahun, karier saya bisa selesai di angka 30 tahun,” kata Gus Ipin dalam workshop ‘Kaderisasi PDI Perjuangan Memenangkan Hati Rakyat’ di kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (9/7/2018). Acara ini juga menghadirkan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo dan Bupati Semarang Mundjirin.

Selain itu, lanjut politikus muda PDIP ini, memimpin kabupaten di usia muda juga membuat masyarakat tidak sungkan untuk mengkritiknya. “Kalau bupatinya agak sepuh, gimana mau ngata-ngatain?” kata Gus Ipin yang tak lama lagi akan menggantikan Emil Dardak sebagai Bupati Trenggalek.

Sebaliknya, dengan usia muda Gus Ipin ingin menjadi pemimpin yang progresif dan revolusioner. “Progresif artinya menurut Bung Karno mengabdi sebesar-besarnya untuk rakyat,” ujar pencinta Bung Karno ini. “Oleh karenanya, anak-anak muda jangan takut mulai satu langkah kecil untuk memulai langkah besar,”

Perkenalan Gus Ipin dengan politik dimulai dengan kondisi ekonomi keluarganya yang jauh dari kata cukup. Ayahnya hanya tukang becak, sementara ibunya adalah buruh cuci. Sementara Gus Ipin adalah anak tertua yang ikut menanggung beban keluarga.

“Saat mau merangkak bikin usaha tahun 1998 eh malah krismon. Di usia 17 tahun, ayah saya meninggal,” kenang Gus Ipin.

Politik, dalam benak Gus Ipin, adalah cara yang bisa mengubah kondisi keluarga-keluarga yang senasib dengannya. Atas dorongan itu, dia aktif di dunia pergerakan mahasiswa sampai akhirnya menjadi kader PDIP.

Pengkaderan di PDIP yang membuat niat dan tekadnya semakin besar. “Jika dulu mahasiswa kita mendambakan revolusi dari bawah, sekarang saya sudah di pemerintahan. Pemerintah punya kuasa untuk melakukan top-down revolution,” kata Gus Ipin tentang revolusi dari dalam sistem.
(poe)
Berita Terkait
Obesitas Regulasi Pemberantasan...
Obesitas Regulasi Pemberantasan Korupsi di Indonesia
Pilkada: Vaksin ataukah...
Pilkada: Vaksin ataukah Virus Pandemi Korupsi?
Korupsi Masjid Raya...
Korupsi Masjid Raya Sriwijaya Jakabaring, Mantan Pj Wali Kota Palembang Bayar Denda Rp200 Juta
Korupsi Kepala Daerah,...
Korupsi Kepala Daerah, Sri Mulyani Gerah
Ketua KPK Prihatin Banyak...
Ketua KPK Prihatin Banyak Kepala Daerah Terjerat Korupsi
ICW Prihatin Hanya 5...
ICW Prihatin Hanya 5 Kasus Korupsi Kepala Daerah yang Divonis Berat
Berita Terkini
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
10 menit yang lalu
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
31 menit yang lalu
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
39 menit yang lalu
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
39 menit yang lalu
Perjuangan Mahasiswa...
Perjuangan Mahasiswa Tembus Bundaran HI: Diblokade di Semanggi, Saling Dorong dengan Aparat di Tosari
54 menit yang lalu
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
1 jam yang lalu
Infografis
Khamenei: Negosiasi...
Khamenei: Negosiasi dengan AS Tak akan Selesaikan Masalah Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved