Polisi Analisis Rekaman CCTV Kasus Pencurian Staf Kantor Kepresidenan

Jum'at, 06 Juli 2018 - 22:09 WIB
Polisi Analisis Rekaman...
Polisi Analisis Rekaman CCTV Kasus Pencurian Staf Kantor Kepresidenan
A A A
JAKARTA - Polisi masih menyelidiki kasus pencurian yang dialami Staf Ahli Kepresidenan Armedya Dewangga. Saat ini, polisi masih menganalisis rekaman CCTV yang diduga merekam aksi pencurian saat Armedya mengendarai mobilnya di Jalan Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat.

"Ada rekaman CCTV yang masih didalami," ungkap Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu pada wartawan, Jumat (6/7/2018). Namun, Edi tak menjelaskan secara rinci apakah polisi telah mengidentifikasi ciri-ciri dan jumlah pelaku yang diduga terekam CCTV itu.

Dia juga belum mau membeberkan temuan sementara di lapangan karena kasusnya masih dalam tahap penyelidikan. "Masih penyelidikan kita, tak bisa kita sampaikan dong, namanya masih penyelidikan," tuturnya.

Dia menerangkan, terkait kasus itu polisi langsung menindaklanjuti kasusnya saat Armedya membuat laporan kehilangan di Polsek Taman Sari beberapa waktu lalu. Namun, polisi masih belum menangkap pelakunya.

"Dari tanggal 8 (Juni) itu kita sudah melakukan langkah penyelidikan, kalau lama tidaknya (pengungkapan) tergantung dari bukti yang kita dapatkan," terangnya.( Baca: KSP Tegaskan Barang yang Hilang Bukan Dokumen Negara )

Di kasus ini, lanjut dia, modus aksi pencurian itu terjadi saat pelaku berpura-pura memberitahukan ban mobil yang dikendarai korban mengalami kempis. Modus ban kempis kerap digunakan pelaku kejahatan jalanan saat menyasar korban yang menggunakan kendaraan.

"Dibilang bannya kempis, (modus) bannya kempis kan itu supaya orang itu melihat (kondisi ban)," jelasnya. Berdasarkan keterangan sementara, tambah Edi, korban saat itu langsung turun dari mobil mengecek kondisi ban.

Saat korban ke luar mobil, para pelaku langsung menggasak barang milik korban. Akibat aksi pencurian modus ban kempis itu, para pelaku diduga menggasak barang milik Armedya berupa laptop, hardisk dan uang sebesar Rp3,3 juta. "Ya penipuan, bukan kempis ban juga. Dibilangnya bannya kempis, padahal bannya tak kempis," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Empat WNI Pakistan Terjerat...
Empat WNI Pakistan Terjerat Kasus Pencurian di Surabaya
Google Nyerah Hadapi...
Google Nyerah Hadapi Malware Joker, Dihapus Tetap Saja Mengancam
Cermati, Ini 8 Cara...
Cermati, Ini 8 Cara Hindari Kejahatan Skimming ATM
5 Pencurian di Museum...
5 Pencurian di Museum yang Paling Terkenal, dari Mona Lisa hingga Van Gogh
Polisi Lumpuhkan Pelaku...
Polisi Lumpuhkan Pelaku Pencurian Motor
Terlibat Pencurian Ikan...
Terlibat Pencurian Ikan Ilegal, 24 Nelayan Vietnam Dideportasi
Berita Terkini
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
36 menit yang lalu
Sambangi MI Raudhatul...
Sambangi MI Raudhatul Azhar, KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
1 jam yang lalu
Plt Bupati Bekasi Bakal...
Plt Bupati Bekasi Bakal Evaluasi Kinerja Dirum Perumda Tirta Bhagasasi
2 jam yang lalu
Hadir di IFBC Yogyakarta...
Hadir di IFBC Yogyakarta 2026, Booth Bingxue Dipadati Calon Mitra
2 jam yang lalu
Penyelundupan 3 Ton...
Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Terbongkar, Kemenhut Buru Jaringan Internasional
2 jam yang lalu
KDM Buka Lowongan Kerja,...
KDM Buka Lowongan Kerja, Buru Begal Komisi Rp50 Juta
3 jam yang lalu
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved