Budaya Ternyata Mempengaruhi Perspektif Berlalu Lintas

Senin, 25 Juni 2018 - 20:52 WIB
Budaya Ternyata Mempengaruhi...
Budaya Ternyata Mempengaruhi Perspektif Berlalu Lintas
A A A
MALANG - Perilaku seseorang dalam mengemudikan kendaraan di jalan raya ternyata bisa dipakai untuk memahami bagaimana sebenarnya perspektif orang tersebut. Hal ini disampaikan Guru Besar Latvia University, Ivars Austers yang telah melakukan penelitian tentang psikologi lalu lintas.Dihadapan para dosen dan staf Program Studi (Prodi) Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dia memaparkan hasil penelitiannya, yang menyebutkan bahwa, kebudayaan di suatu negara, berpengaruh terhadap perspektif seseorang dalam berlalu lintas.

“Perspektif seseorang, bukan bawaan sejak lahir, tetapi berkembang sepanjang hidupnya,” ujar Ivars, saat menjadi pemateri pada kuliah tamu bertema Caring about Perspective-taking, yang digelar Prodi Psikologi UMM, Senin (25/6/2018).

Lebih jauh Ivars menyampaikan, perspective taking berbeda dengan empati. Empati lebih ke kondisi emosional seseorang, sedangkan perspective taking lebih ke kondisi kognitif atau kemampuan berpikir seseorang.

Indonesia dan negara-negara Asia lainnya, dinilainya cenderung memiliki kebudayaan kolektif. Hal tersebut berbeda dengan negar-negara Amerika, dan Eropa yang individualis. Kebudayaan ini, juga turut mempengaruhi kemampuan seseorang dalam memahami perspektif orang lain.

“Jadi, tadi Prof Ivars banyak mencontohkan perspective-taking dalam berlalu lintas. Kita tidak hanya bertanggungjawab atas kendaraan yang kita bawa, tapi kita juga harus memahami pengendara lain ketika di jalan raya,” papar Dian Caesaria Widyasari, dosen Prodi Psikologi UMM.

Dian mengaku materi-materi yang dibawakan Prof Ivars, sangat menarik. Salah satunya, tentang Human Values and Risking Car Driving. “Ternyata nilai yang dibawa seseorang sejak kecil, mempengaruhi caranya mengendarai mobilnya,” imbuhnya.
Hubungan nilai dengan cara berlalu lintas, salah satu contohnya seseorang yang mengagungkan kekuasaan, cenderung apatis, dan tidak memberi aba-aba ketika hendak belok kanan atau kiri di jalan raya.Tetapi berbeda ketika seseorang tumbuh besar dengan nilai-nilai baik yang dikembangkan di lingkungannya, maka dia bisa lebih bijak dalam berkendara.
(vhs)
Berita Terkait
Simak 7 Istilah Lalu...
Simak 7 Istilah Lalu Lintas Lucu, dari Ramlan sampai Pamer Paha
Perbaikan Lampu Lalu...
Perbaikan Lampu Lalu Lintas di Kawasan Bundaran HI
Potret Atraksi Polisi...
Potret Atraksi Polisi Cilik Adu Keterampilan hingga Variasi Gerak Lalu Lintas di Semarang
Simak! Ini Arti Warna...
Simak! Ini Arti Warna Dasar Rambu Lalu Lintas
Menyambangi Theo Si...
Menyambangi Theo Si Supeltas yang Tak Lelah Memberi Hormat pada Pengendara
Debat Cawapres 2024,...
Debat Cawapres 2024, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan JCC
Berita Terkini
Bantargebang Hanya Terima...
Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu, 146 Pasar Dilengkapi Tempat Sampah Pilah
53 menit yang lalu
Abidin Fikri: Evaluasi...
Abidin Fikri: Evaluasi Haji 2026, Bekal Perbaikan Layanan Tahun Depan
1 jam yang lalu
Workshop di Makassar,...
Workshop di Makassar, Tri Tito Karnavian Ingatkan Orang Tua Wajib Hadir dalam Aktivitas Digital Anak
1 jam yang lalu
Jelang Musda Partai...
Jelang Musda Partai Demokrat Aceh, Nurdiansyah Alasta Dapat Dukungan dari Mualem
1 jam yang lalu
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Hakim Jadwalkan Putusan Praperadilan ke-2 Roy Suryo pada 20 Juli 2026
2 jam yang lalu
Partai Perindo Hadirkan...
Partai Perindo Hadirkan Sembako Murah melalui Program Warung Kita
2 jam yang lalu
Infografis
Ternyata Ada 3 Sekte...
Ternyata Ada 3 Sekte Yahudi yang Dukung Palestina Merdeka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved