Makanan Berformalin dan Berpewarna Tekstil Beredar di Pasar Tradisional Sleman

Kamis, 07 Juni 2018 - 14:47 WIB
Makanan Berformalin...
Makanan Berformalin dan Berpewarna Tekstil Beredar di Pasar Tradisional Sleman
A A A
SLEMAN - Produk makanan mengandung zat berbahaya seperti formalin dan rhodamin B (zat pewarna tekstil) hingga sekarang masih ditemukan di pasar-pasar tradisional. Tim terpadu pemantau pangan dan bahan berbahaya Pemkab Sleman bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta menemukannya saat melakukan pemantauan di Pasar Gentan, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Kamis (7/6/2018).

Beberapa makanan itu di antaranya ikan teri mengandung formalin, krupuk dan cucur mengandung pewarna rhodamin B. Makanan tersebut kemudian disita petugas. Para pedagang tidak mengetahui makanan tersebut mengadung zat berbahaya.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan sebagai tindak lanjut dari temuan ini, pihaknya akan memberikan pembinaan dan pemahaman kepada pedagang tentang makanan sehat untuk menghentikan mata rantai peredaran makanan tersebut. "Kami juga akan cek dari mana makanan itu didapatkan para pedagang," kata Muslimatun seusai pemantauan di Pasar Gentan, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Kamis (7/6/2018).

Wabup juga meminta kepada lurah pasar mengawasi peredaran makanan mengandung zat berbahaya. Jika masih tetap dijual, maka harus ditindak tegas sesuai dengan aturan berlaku.

Kepala BPPOM Yogyakarta Sandra Linthin mengatakan akan menelusuri asal makanan tersebut. Menurutnya, bahan makanan itu kebanyakan berasal dari luar daerah atau bukan dibuat sendiri oleh pedagang. Seperti krupuk diambil dari Kulonprogo, ikan teri dari Pasar Beringharjo. "Ini penting sebab dari pantauan di semua pasar tradisional hampir menemukan makanan yang mengandung zat berbahaya," ujarnya.

Setelah diketahui produsennya, BPOM akan memberikan pembinaan agar tidak lagi memakai bahan berbahaya dalam memproduksi makanan. Jika tidak dindahkan, maka akan ada tindakan projustisia kepada mereka. Sebab jika makanan yang mengandung bahan berbahaya itu dikonsumsi terus, tentu tidak baik bagi kesehatan dan bisa menyebabkan kanker. "Dampaknya memang tidak sekaligus, tetapi 4-5 tahun yang akan datang. Karena itu perlu edukasi bagi konsumen, pedagang dan produsen," katanya.
(amm)
Berita Terkait
Ketua DPD Minta Masyarakat...
Ketua DPD Minta Masyarakat Waspadai Makanan Berformalin Jelang Idul Fitri
Cek Makanan di Thamrin...
Cek Makanan di Thamrin 10, Dinas PPKUKM DKI Temukan Mi Berformalin
5 Makanan Paling Berbahaya...
5 Makanan Paling Berbahaya di Dunia, Nomor 4 Lebih Beracun dari Sianida
Razia Produk Makanan...
Razia Produk Makanan Berbahaya
Ini Bagian Tubuh Ular...
Ini Bagian Tubuh Ular yang Bisa Dikonsumsi Manusia
Awas! Makanan Berformalin...
Awas! Makanan Berformalin dan Pakai Pewarna Tekstil Ditemukan di Banyumas
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
1 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
1 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
3 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
3 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
3 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved