Guru Jujur, Serahkan Kembali Uang yang Berserakan di ATM ke Bank
Rabu, 06 Juni 2018 - 15:06 WIB
Guru Jujur, Serahkan Kembali Uang yang Berserakan di ATM ke Bank
A
A
A
PANGKALAN BUN - Seorang guru honorer MTs Babussalam Kumai (BBS Kumai), Wahyu Sriyanto (24), menyerahkan kembali uang pecahan Rp100.000 dengan total Rp2,5 juta yang berserakan di outlet ATM BRI di Jalan Bendahara, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, Rabu (6/6/2018).
“Uang tersebut saya serah terima pada pukul 11.00 WIB langsung kepada pihak Bank BRI. Alhamdulillah, uang yang saya temukan tercecer di ATM Sudah diketahui pemiliknya. Pihak Banknya nanti yang akan menghubungi bapak yang uang tercecer tersebut,” ujar Wahyu.
Sementara itu Kepala Kantor BRI Cabang Pangkalan Bun, Mustajab Hadi mengatakan, kejadian uang tercecer tersebut karena tidak stabilnya tegangan listrik di wilayah Kecamatan Kumai. "Jadi ketika ada yang transaksi mungkin voltasenya sedang turun. Kemudian merasa uang tidak keluar lalu ditinggalkan oleh nasabahnya, padahal itu masih berproses dan ketika voltase naik uangnya keluar sendiri," ujarnya.
Dia menegaskan, pihaknya menjamin kalau pun uang tersebut keluar tanpa sepengetahun nasabah, namun pihaknya selaku pihak pengelola tetap akan bertanggung jawab, selama kejadian ditimbulkan oleh gangguan mesin ATM dan masih terjadi di kawasan dalam Mesin ATM.
Kalau ada yang tercecer, maka pihak bank akan mencari tahu melalui kombinsi data yang ada di mesin ATM maupun CCTV. "Ada atau pun tidak ada info terkait uang yang tercecer tersebut kami memiliki sistem canggih di dalam mesin ATM, jadi kalau ada selisih kami akan cari riwayatnya," jelasnya.
“Uang tersebut saya serah terima pada pukul 11.00 WIB langsung kepada pihak Bank BRI. Alhamdulillah, uang yang saya temukan tercecer di ATM Sudah diketahui pemiliknya. Pihak Banknya nanti yang akan menghubungi bapak yang uang tercecer tersebut,” ujar Wahyu.
Sementara itu Kepala Kantor BRI Cabang Pangkalan Bun, Mustajab Hadi mengatakan, kejadian uang tercecer tersebut karena tidak stabilnya tegangan listrik di wilayah Kecamatan Kumai. "Jadi ketika ada yang transaksi mungkin voltasenya sedang turun. Kemudian merasa uang tidak keluar lalu ditinggalkan oleh nasabahnya, padahal itu masih berproses dan ketika voltase naik uangnya keluar sendiri," ujarnya.
Dia menegaskan, pihaknya menjamin kalau pun uang tersebut keluar tanpa sepengetahun nasabah, namun pihaknya selaku pihak pengelola tetap akan bertanggung jawab, selama kejadian ditimbulkan oleh gangguan mesin ATM dan masih terjadi di kawasan dalam Mesin ATM.
Kalau ada yang tercecer, maka pihak bank akan mencari tahu melalui kombinsi data yang ada di mesin ATM maupun CCTV. "Ada atau pun tidak ada info terkait uang yang tercecer tersebut kami memiliki sistem canggih di dalam mesin ATM, jadi kalau ada selisih kami akan cari riwayatnya," jelasnya.
(wib)