Cegah Tawuran, Polda Metro Jaya Gandeng TNI Lakukan Patroli
Rabu, 06 Juni 2018 - 00:25 WIB
Cegah Tawuran, Polda Metro Jaya Gandeng TNI Lakukan Patroli
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya bersama TNI menggelar patroi sekala besar untuk mengantispasi maraknya tawuran menjelang sahur. Tidak hanya itu, mulai minggu ini kepolisian juga melarang kegiatan Sahur on The Road (SOTR) yang diduga menjadi penyebab tawuran dan aksi vandlisme di Ibu Kota.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, patroli skala besar diseluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya dilakukan untuk mencegah tawuran. Patroli ini juga diharapkan dapat mencegah aksi kejahatan jalanan yang marak menjelang Lebaran.
“Jadi patroli juga mengincar perkampungan, kalau ada kelompok-kelompok berkumpul akan dibubarkan,” kata Argo pada Selasa, 5 Juni 2018 kemarin. Begitu juga bila ditemukan ada kelompok anak remaja yang konvoi dengan alasan apapun akan segera ditindak.
Argo melanjutkan, awalnya memang kegiatan SOTR tidak dilarang. Namun, dalam beberapa waktu terakhir ternyata kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk melakukan vandalisme dan tawuran. Sehingga, pihaknya sudah mengimbau untuk menghentikan atau membubarkan kegiatan SOTR.
Selain itu, terkat aksi vandalisme yang terjadi pada beberapa waktu lalu, Argo menuturkan, penyidik saat ini tengah mengumpukan barang bukti. "Bukti video memang cukup kuat, namun ada barang bukti lainnya juga yang sedang dikumpulkan," ujarnya.
Menurutnya, penyidik dalam waktu dekat juga akan menangkap pelaku vandalisme yang identitasnya sudah didapat. “Kita tunggu saja, secepatnya pelaku kami tangkap,” ucapnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, patroli skala besar diseluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya dilakukan untuk mencegah tawuran. Patroli ini juga diharapkan dapat mencegah aksi kejahatan jalanan yang marak menjelang Lebaran.
“Jadi patroli juga mengincar perkampungan, kalau ada kelompok-kelompok berkumpul akan dibubarkan,” kata Argo pada Selasa, 5 Juni 2018 kemarin. Begitu juga bila ditemukan ada kelompok anak remaja yang konvoi dengan alasan apapun akan segera ditindak.
Argo melanjutkan, awalnya memang kegiatan SOTR tidak dilarang. Namun, dalam beberapa waktu terakhir ternyata kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk melakukan vandalisme dan tawuran. Sehingga, pihaknya sudah mengimbau untuk menghentikan atau membubarkan kegiatan SOTR.
Selain itu, terkat aksi vandalisme yang terjadi pada beberapa waktu lalu, Argo menuturkan, penyidik saat ini tengah mengumpukan barang bukti. "Bukti video memang cukup kuat, namun ada barang bukti lainnya juga yang sedang dikumpulkan," ujarnya.
Menurutnya, penyidik dalam waktu dekat juga akan menangkap pelaku vandalisme yang identitasnya sudah didapat. “Kita tunggu saja, secepatnya pelaku kami tangkap,” ucapnya.
(whb)