Siswa MTs Turunkan Genting karena Takut Kelasnya Ambruk

Sabtu, 02 Juni 2018 - 14:02 WIB
Siswa MTs Turunkan Genting...
Siswa MTs Turunkan Genting karena Takut Kelasnya Ambruk
A A A
BANDUNG BARAT - Puluhan siswa di MTs Nurul Mukhtariyah di Kampung Peusinggirang RT 05/02, Desa/Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terpaksa harus bergotong royong menurunkan genteng atau genting di atap sekolah. Pasalnya mereka khawatir ruang kelas yang setiap hari mereka gunakan untuk kegiatan belajar mengajar ambruk akibat kondisinya sudah rusak dan lapuk.

Ketua Yayasan Nurul Mukhtariyah Saiful Rachman mengungkapkan, kondisi memprihatinkan itu terjadi karena dana hibah bantuan dari Kesra, Pemkab Bandung Barat, untuk perbaikan dua lokal di sekolahnya hingga kini belum juga turun. Padahal bantuan itu sangat dibutuhkan mengingat dua ruang kelas yang dipakai oleh 45 siswa itu kondisinya sudah memprihatinkan.

"Kami dijanjikan dapat bantuan Rp150 juta untuk rehab dua ruang kelas yang rusak dari Pemkab Bandung Barat. Namun Plt Bupati Bandung Barat hingga kini belum menandatangi pencairan hibah itu, padahal alokasi bantuannya sudah tercatat," ungkapnya, Sabtu (2/6/2018).

Dia sangat memaklumi jika Plt Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra sangat berhati-hati dalam mencairkan dana hibah. Apalagi KBB saat ini masih disorot setelah adanya kasus OTT kepada sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bandung Barat oleh KPK yang juga menyeret Bupati Abubakar. Tapi dirinya meminta jangan sampai itu menjadi penghalang kebijakan sehingga berdampak kepada masyarakat.

"Plt harus berani selama tidak ada aturan yang dilanggar, karena dia saat ini menjadi orang nomor satu di KBB. Jangan karena ketakutan yang berlebihan membuat masyarakat jadi dirugikan," kata dia.

Saiful mengatakan, yayasannya mulai merintis sekolah gratis dan asrama gratis bagi para siswa kurang mampu sejak 2007. Awalnya siswanya hanya 10 orang namun saat ini telah bertambah menjadi 84 siswa dengan jumlah total rombongan belajar sebanyak empat kelas. Namun karena ada dua kelas yang rusak maka ruang kepala sekolah dan perpustakaan dijadikan tempat belajar sementara.

Terpisah Plt Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra mengakui ada sebagian pencairan dana hibah yang belum dicairkan. Kehati-hatian diperlukan agar jangan sampai pencairannya jadi masalah. Untuk itu setiap berkas pengajuan yang akan ditandatangani harus dibaca satu per satu dan dipastikan benar tidak dan ada atau tidak penerimanya.

"Berkas itu menumpuk, dalam sehari tidak semua bisa ditandatangani karena harus dibaca satu per satu. Jadi saya minta bersabar karena ini demi kebaikan bersama," katanya.
(zik)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
5 menit yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
40 menit yang lalu
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
1 jam yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
9 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
10 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
11 jam yang lalu
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved